Lulusan Beasiswa Otsus Amerika, Cecilia Mehue Masuk DPR Papua untuk Buka Akses Pendidikan OAP

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Cecilia Mehue dan sejumlah anggota DPR Papua kursi pengangkatan waktu pelantikan (30/12/25) silam. 

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Keberhasilan menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat melalui beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) mengantarkan Cecilia Novani Mehue menjadi anggota DPR Papua termuda dari jalur pengangkatan Otsus.

Kini, ia mendedikasikan diri untuk memperjuangkan akses dan kualitas pendidikan bagi Orang Asli Papua (OAP).

Cecilia yang merupakan lulusan Strata 1 dan Strata 2 Oregon State University, Amerika Serikat, menegaskan bahwa persoalan pendidikan khususnya akses beasiswa bagi OAP harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah di era Otsus Papua.

“Pengembangan sumber daya manusia Papua hanya bisa terwujud jika akses pendidikan dibuka seluas-luasnya. Beasiswa Otsus harus benar-benar dirasakan oleh anak-anak Papua,” ujar Cecilia.

Menurutnya, masih banyak faktor yang menghambat pemanfaatan beasiswa Otsus di Papua. Di antaranya minimnya informasi yang akurat, terbatasnya jangkauan sosialisasi ke wilayah terpencil, kurangnya edukasi langsung dari pemerintah, serta keterbatasan akses teknologi di masyarakat.

“Banyak anak Papua sebenarnya punya potensi, tapi tidak tahu bahwa peluang itu ada,” tegasnya.

Cecilia menilai dana Otsus di bidang pendidikan harus dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran. Ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif mensosialisasikan program beasiswa, agar semakin banyak anak muda OAP dapat mengenyam pendidikan di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Baca juga: Resmi Dilantik, 10 Anggota DPR Papua Jalur Otsus Perkuat Representasi OAP

Sebagai salah satu penerima beasiswa Otsus pada masa kepemimpinan Gubernur Papua Lukas Enembe (alm), Cecilia menghabiskan tujuh tahun studi di Amerika Serikat. Selama itu, ia aktif dalam gerakan pemberdayaan perempuan Papua melalui Ikatan Mahasiswa Papua Amerika dan Kanada (IMAPA), bahkan pernah menjabat sebagai Wakil Presiden organisasi tersebut.

“Saya ini aset hidup Otsus Papua. Karena itu saya harus pulang dan mengabdi untuk masyarakat saya,” katanya.
Putri asal Sentani ini juga mengungkapkan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana, sehingga beasiswa menjadi satu-satunya jalan untuk melanjutkan pendidikan.

“Saya sekolah dengan beasiswa supaya bisa kembali membantu orang tua dan masyarakat,” ungkapnya saat diskusi bersama SindoNews di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Sepulang dari Amerika, Cecilia langsung mengaplikasikan ilmunya dengan membuka usaha kafe di Sentani yang mempekerjakan anak-anak Papua. Ia juga aktif sebagai dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura, terlibat dalam Yayasan Ada Kitong Pung Rumah, serta berbagai kegiatan gereja dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Ketua DPR Papua: Tidak Ada Polemik, Jalur Otsus Sudah Final

Dalam seleksi anggota DPR Papua periode 2024–2029 dari jalur Otsus, perempuan asal Kampung Hobong ini mendapat rekomendasi sejumlah tokoh adat Sentani. Setelah mengikuti seluruh tahapan seleksi, Cecilia resmi terpilih sebagai anggota DPRP Papua.

“Sebagai anggota DPR Papua jalur Otsus, tugas kami adalah menjaga dan memperjuangkan hak-hak adat Orang Asli Papua agar benar-benar masuk dalam program pembangunan daerah,” tutup Cecilia.

Laporan: Andre Fonataba

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *