Foto: istimewa | Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., didampingi Kepala BPBD Lefinus Ragainaga, Plt.Kepala Satpol PP, Jefri Pouw dan Kepala Distrik Sentani, Jack Puraro, Selasa (14/4).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Memasuki hari kedua penyaluran bantuan bagi korban banjir, Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., kembali turun langsung ke lapangan menyisir kampung-kampung terdampak di wilayah Sentani Timur, Selasa (14/4/2026).
Dengan didampingi Wakapolres Jayapura, Kepala BPBD, Kepala Distrik Sentani Kota, serta Kasatpol PP Kabupaten Jayapura, Bupati memastikan bantuan sosial berupa sembako disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak luapan air Danau Sentani.
Penyaluran difokuskan pada kampung-kampung yang mengalami dampak cukup parah, di antaranya Kampung Asei, Ayapo, Yalo, kawasan Telaga Ria, sekitar Jembatan Dua, Kampung Puay, hingga Kampung Nendali. Dalam kunjungan tersebut, bantuan diserahkan langsung ke rumah-rumah warga, sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi darurat.
Adapun bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok, yakni beras sebanyak 1 ton, gula 1 ton, telur sebanyak 3 rak, mi instan 3 karton, serta minyak goreng 2 dus. Bantuan ini menjadi bagian dari rangkaian penanganan dampak banjir di kawasan Danau Sentani.

Baca juga: Bantuan Sembako Mengalir, Warga Dondai dan Sosiri Sampaikan Rasa Syukur
Bupati Yunus Wonda menjelaskan, penyaluran bantuan saat ini telah memasuki tahap akhir. Sejak hari pertama, ia bersama Wakil Bupati telah membagi wilayah kerja untuk mempercepat distribusi bantuan.
“Saya menangani wilayah timur, mulai dari Sentani Tengah hingga Sentani Timur, sementara Wakil Bupati fokus di wilayah barat seperti Puay, Yoboi, Dondai, dan Yakonde. Dengan pembagian ini, penyaluran bisa lebih cepat dan merata,” jelasnya.
Ia menegaskan, hampir seluruh kampung terdampak kini telah tersentuh bantuan. Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan kehadiran langsung di tengah masyarakat sebagai bentuk empati dan tanggung jawab.
“Nilai bantuan mungkin tidak besar, tetapi kehadiran pemerintah sangat penting, apalagi dalam situasi banjir yang membatasi aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Bupati juga memastikan bahwa penyaluran bantuan tidak berhenti di wilayah Sentani saja. Pemerintah Kabupaten Jayapura akan melanjutkan distribusi bantuan ke daerah lain yang terdampak bencana, seperti Tanah Merah dan Grime Nawa yang mengalami banjir bandang.
“Kami akan lakukan hal yang sama di sana, agar masyarakat benar-benar merasakan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap setiap kesulitan yang mereka alami,” tegasnya.

Baca juga: Bupati Jayapura Ultimatum Penambang Emas Kali Jaifuri
Di tengah penanganan banjir, Bupati turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. Ia secara khusus menyoroti kebiasaan membuang sampah ke saluran air yang berujung pada penyumbatan dan memperparah banjir.
“Danau Sentani adalah sumber kehidupan masyarakat. Jangan sampai kita sendiri yang merusaknya. Kami tidak segan memberikan sanksi tegas bagi yang membuang sampah sembarangan,” tegasnya lagi.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menggelar kerja bakti massal pada Jumat mendatang. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dikerahkan membersihkan wilayah perkotaan yang rawan terdampak sampah, bertepatan dengan kebijakan Work From Home (WFH) agar tidak mengganggu pelayanan publik.
Sementara itu, masyarakat penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah.
Bantuan sembako dinilai sangat membantu di tengah kondisi banjir yang membuat aktivitas sehari-hari, termasuk mencari nafkah, menjadi terbatas.
“Kami sangat terbantu, apalagi saat ini sulit untuk beraktivitas. Terima kasih pemerintah sudah datang langsung,” ungkap salah satu warga.
Dengan penyaluran yang hampir rampung, pemerintah berharap kondisi masyarakat segera pulih, sembari terus mengupayakan langkah-langkah penanganan lanjutan di wilayah terdampak.
Laporan: M. Irfan | rilis

















