Foto: istimewa / Haryanto, Kadis Koperasi & UKM Kab. Jayapura
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Jayapura, Haryanto, mengungkapkan sejumlah program utama yang akan menjadi fokus pengembangan koperasi dan UKM di wilayahnya pada tahun 2025.
Beberapa program prioritas tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku UKM, penguatan manajemen koperasi, serta sertifikasi bagi pelaku usaha dan koperasi di sektor makanan.
Selain itu, pengawasan terhadap koperasi juga akan diperketat untuk memastikan keberlanjutan dan transparansi dalam pengelolaannya.
“Dalam waktu dekat, kami akan mendorong penerbitan sertifikasi bagi pelaku usaha kecil, terutama industri rumah tangga (IRT) di bidang produksi makanan. Sertifikasi ini penting agar produk mereka bisa masuk ke minimarket, supermarket, dan toko-toko besar, sehingga dapat memperluas pasar mereka,” ujar Haryanto saat ditemui di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/2/2025).
Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM juga akan terus memfasilitasi pelatihan bagi pengurus koperasi, seperti ketua, sekretaris, dan bendahara.
Namun, karena keterbatasan anggaran, pelatihan ini hanya dapat diberikan kepada sekitar 15–20 koperasi per tahun secara bergilir. Saat ini, terdapat 314 koperasi yang terdaftar di Kabupaten Jayapura.
“Kami juga akan mendorong regenerasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) koperasi. Selain itu, akan ada perbaikan dalam mekanisme pengawasan serta penjaminan simpanan koperasi dengan membentuk Otoritas Pengawasan Koperasi (OPK),” tambahnya.
Dengan berbagai program ini, diharapkan koperasi dan pelaku UKM di Kabupaten Jayapura dapat semakin berkembang dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
Laporan: Irfan








