Foto: istimewa | Natalius Pigai, Menteri HAM RI

Jakarta, jurnalmamberamofoja.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkap fakta mengejutkan terkait aktivitas kemanusiaan yang selama ini ia lakukan.
Pigai mengaku dana pribadinya habis karena digunakan untuk membantu korban bencana alam dan konflik sosial di berbagai daerah.
Pengakuan itu disampaikannya saat rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/1).
Pigai menjelaskan, kondisi tersebut terjadi lantaran Kementerian HAM tidak memiliki pos anggaran bantuan sosial (bansos) dalam struktur keuangannya.
Akibatnya, setiap kali terjadi bencana atau konflik, kementeriannya tidak bisa langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Menurut Pigai, mekanisme bantuan selama ini lebih banyak dialihkan ke Kementerian Sosial maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun sebagai pejabat yang kerap turun langsung ke lapangan, ia mengaku sering berada dalam posisi dilematis.
“Uang pribadi saya habis juga gara-gara negara tidak menyediakan bantuan-bantuan sosial di Kementerian HAM,” kata Pigai di hadapan anggota DPR.
Baca juga: Menteri Natalius Pigai Dorong Penguatan Penegakan HAM di Papua Lewat Sinergi Kampus dan Pemerintah
Ia menilai situasi tersebut tidak ideal dan perlu menjadi
perhatian serius pemerintah. Pigai berharap ke depan ada evaluasi sistem penganggaran agar Kementerian HAM memiliki ruang fiskal untuk merespons situasi darurat secara cepat dan langsung.
Menurutnya, kehadiran negara di tengah masyarakat korban bencana dan konflik tidak boleh hanya bersifat simbolik, tetapi harus didukung oleh kebijakan anggaran yang konkret.
“Kalau negara ingin hadir secara nyata, maka instrumennya harus disiapkan, termasuk anggaran,” tegasnya.
Laporan: Sony Rumainum

















