Pendidikan Bukan Seremoni: Bupati Jayapura Tekan Peran Bersama Lindungi Generasi Muda

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Dr. Yunus Wonda, SH.,MH., Bupati Jayapura ketika memimpin Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Jayapura, (2/5) di lapangan Apel, gunung merah Sentani. 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jayapura tak berhenti pada seremoni. Bupati Jayapura, Yunus Wonda, justru menjadikannya sebagai panggung peringatan keras terhadap ancaman nyata yang mengintai dunia pendidikan: narkoba dan derasnya arus digitalisasi.

banner 325x300

Upacara yang digelar di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Sabtu (2/5/2026), berlangsung khidmat. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, Bunda PAUD, tenaga pendidik, hingga ratusan pelajar dari berbagai jenjang.

Dalam keterangannya usai upacara, Yunus Wonda menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menyebut momen 2 Mei sebagai titik refleksi nasional untuk memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Ini bukan rutinitas. Ini momentum kebangkitan pendidikan nasional. Kita diingatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan bermutu tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Baca juga: 1.700 Pelajar Ramaikan Gerak Jalan Hardiknas, Wabup Jayapura Tekankan Disiplin dan Kebersamaan

Namun di balik semangat itu, Yunus Wonda menyoroti tantangan serius yang kini dihadapi dunia pendidikan, terutama di kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat.

Menurutnya, akses informasi yang begitu mudah melalui telepon genggam dapat menjadi peluang sekaligus ancaman jika tidak diarahkan dengan baik. Karena itu, peran guru dan orang tua menjadi krusial dalam memastikan anak-anak tetap berada di jalur yang positif.

“Semua sekarang bisa diakses lewat HP. Ini jadi peringatan bagi kita semua. Pengawasan harus diperkuat agar anak-anak memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang membangun,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti maraknya peredaran narkoba di lingkungan sekolah. Fenomena ini disebutnya sebagai ancaman serius bagi masa depan generasi muda di Kabupaten Jayapura.

Data yang diterima pemerintah daerah menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba mulai merambah pelajar tingkat SMP hingga SMA. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Peredaran narkoba di sekolah harus dihentikan. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita, masa depan daerah, bahkan bangsa,” tegasnya lagi.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen memperkuat sinergi dengan pihak kepolisian guna menekan peredaran narkoba, sekaligus memperkuat program pembinaan karakter di sekolah.

Di sisi lain, suasana Hardiknas juga diwarnai semangat positif dari para pelajar. Usai upacara, pemerintah daerah menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mewarnai dan gerak jalan yang diikuti siswa dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK.

Antusiasme peserta, menurut Yunus Wonda, menjadi sinyal kuat bahwa anak-anak membutuhkan ruang ekspresi dan apresiasi yang berkelanjutan.

“Kegiatan seperti ini harus terus kita dorong. Ini bukan hanya soal lomba, tapi bagaimana kita membangun semangat, motivasi, dan kepercayaan diri anak-anak,” katanya.

Menutup pernyataannya, Yunus Wonda menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui program-program strategis yang berkelanjutan, sekaligus memastikan generasi muda Jayapura tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *