Foto: Irfan | Tampak Dr. Yunus Wonda, SH., MH., Bupati Jayapura.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura memastikan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 tetap digelar sesuai jadwal pada 4 Agustus 2026.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., di tengah progres persiapan yang kini telah memasuki tahap pekerjaan fisik di lokasi utama festival.
Usai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Sabtu (2/5/2026), Yunus Wonda menjelaskan bahwa proses tender telah rampung dan pemenang sudah ditetapkan.
Dalam waktu dekat, pihak pelaksana mulai bergerak untuk pekerjaan awal berupa penimbunan lokasi.
Menurutnya, penimbunan menjadi fondasi awal sebelum dilanjutkan dengan pengecoran.
Pemerintah memilih menggunakan konstruksi cor dibanding paving block, dengan desain khusus yang telah disiapkan untuk menunjang kualitas infrastruktur kawasan festival.
Ia menegaskan, komitmen pemerintah daerah tetap kuat agar seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga pelaksanaan FDS tidak mengalami kendala berarti.
Baca juga: Tak Mau Salah Bayar Lagi, Yunus Wonda Wajibkan Verifikasi Dokumen Tanah
Lebih jauh, Yunus Wonda mengajak seluruh masyarakat untuk turut ambil bagian dalam menyukseskan festival tahunan tersebut. Ia menekankan bahwa FDS bukan hanya milik masyarakat Sentani, tetapi melibatkan seluruh wilayah di Kabupaten Jayapura, mulai dari wilayah I, II hingga III.
Partisipasi masyarakat adat di kawasan Danau Sentani juga diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menghidupkan festival, sekaligus memanfaatkan momentum budaya ini sebagai ruang ekspresi dan ekonomi bersama.
Pemkab Jayapura juga menyiapkan pembangunan stand untuk 19 distrik yang akan berpartisipasi dalam FDS 2026. Tidak hanya digunakan saat festival, kawasan tersebut dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Ke depan, area festival akan dikembangkan sebagai kawasan wisata permanen yang menghadirkan kuliner khas seperti papeda, kerajinan tangan, hingga produk UMKM lokal. Dengan konsep ini, aktivitas ekonomi tidak berhenti setelah festival usai, tetapi terus hidup setiap hari.
“FDS tidak lagi sekadar event tahunan, tetapi akan menjadi ruang wisata yang aktif dan produktif sepanjang waktu,” tegasnya.
Sebagai agenda budaya unggulan di Bumi Khenambay Umbay, Festival Danau Sentani memiliki peran strategis dalam pelestarian tradisi, seni, serta penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap FDS XV Tahun 2026 dapat berlangsung sukses, meriah, dan mampu meningkatkan daya tarik wisata serta pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Laporan: M. Irfan

















