Foto: istimewa | Tampak Bupati Pegunungan Bintang, Spey Bidana, ST., M.Si., bersama Kepala Dinas Kesehatan, Seperyanus Kakyarmabin, S.Kep., Ns., M.Kes., dan Direktur RSUD, Yarinus Yikwa, S.Kep., Ns., M.Kes., menunjukkan ijin BAPETEN usai peresmian ruang Radiologi, Kamis (7/5).
Oksibil, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal itu ditandai dengan peresmian Ruang Radiologi dan Gedung Rawat Inap Internal Dewasa di RSUD Oksibil oleh Bupati Pegunungan Bintang, Spey Yan Bidana, S.T., M.Si., Kamis (7/5/2026).
Peresmian fasilitas kesehatan tersebut berlangsung di RSUD Oksibil dan ditandai dengan pengguntingan pita serta peninjauan langsung fasilitas baru oleh Bupati Spey Bidana bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Seperyanus Kakyarmabin, S.Kep., Ns., M.Kes., dan Direktur RSUD Oksibil, Yarinus Jikwa, S.Kep., Ns., M.Kes.
Hadirnya ruang radiologi dan gedung rawat inap baru itu menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di wilayah Pegunungan Bintang, khususnya bagi masyarakat yang selama ini masih bergantung pada rujukan ke luar daerah.
Ruang Radiologi RSUD Oksibil kini resmi beroperasi setelah mengantongi izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Republik Indonesia terkait Izin Radiologi Diagnostik dan Intervensional. Izin tersebut menjadi syarat utama penggunaan alat sinar-X medis, termasuk radiografi dan pemeriksaan penunjang lainnya, guna menjamin keselamatan pasien maupun tenaga medis.
Selain memenuhi aspek legalitas operasional, fasilitas radiologi tersebut juga telah dilengkapi standar perlindungan radiasi, kesiapan tenaga medis, serta sarana penunjang pelayanan kesehatan sesuai ketentuan nasional.

Baca juga: Tak Digelar di Oksibil, Perayaan HUT Pegunungan Bintang Tuai Sorotan DPRP
Dalam sambutannya, Bupati Spey Bidana menegaskan bahwa fasilitas kesehatan yang baru diresmikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan tanpa membedakan latar belakang pasien.
“Tingkatkan disiplin, pelayanan, serta menjaga tanggung jawab dalam melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakang pasien,” tegas Spey Bidana.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang berkomitmen memperkuat sarana kesehatan agar masyarakat bisa memperoleh pelayanan yang cepat dan memadai tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.
Keberadaan ruang radiologi di RSUD Oksibil diharapkan dapat mempercepat proses pemeriksaan medis sekaligus meningkatkan akurasi diagnosa pasien. Sementara gedung rawat inap internal dewasa akan menambah kapasitas pelayanan sehingga masyarakat memperoleh fasilitas perawatan yang lebih nyaman.
“Fasilitas yang baru diresmikan ini harus dimanfaatkan secara maksimal demi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Okmin Cup I Resmi Ditutup, PS Farbes Angkat Piala Bergilir dan Kantongi Rp35 Juta
Direktur RSUD Oksibil, Yarinus Jikwa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang atas dukungan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa selain bangunan yang representatif, fasilitas baru itu juga telah didukung tenaga medis dan peralatan kesehatan yang memadai.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang terus mendukung pengembangan RSUD Oksibil demi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik,” kata Yikwa.
Sementara itu, Kepala Instalasi Radiologi Klinik RSUD Oksibil, dr. Clay Mosche Bisay, Sp.Rad., M.Med.Sc., menjelaskan bahwa layanan radiologi kini telah resmi beroperasi dengan dukungan satu dokter spesialis radiologi, dua tenaga radiografer/PPR, satu tenaga administrasi, dan satu tenaga umum.
Instalasi radiologi RSUD Oksibil juga telah dilengkapi sejumlah peralatan medis modern yang mulai difungsikan sejak 2025, di antaranya mesin X-Ray Stationary Digital Radiography (DR) dan satu unit Ultrasonografi (USG).
Menurutnya, teknologi X-Ray digital memungkinkan hasil pemeriksaan langsung dibaca dokter tanpa lagi menggunakan sistem ruang gelap seperti metode konvensional sebelumnya.
Pihak rumah sakit juga tengah merencanakan pengadaan alat CT-Scan guna melengkapi pelayanan radiologi di masa mendatang.
Dengan bertambahnya fasilitas radiologi dan ruang rawat inap tersebut, masyarakat Pegunungan Bintang diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, nyaman, dan berkualitas tanpa harus terlalu bergantung pada rumah sakit rujukan di Jayapura maupun daerah lainnya.
“Kami pastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pegunungan Bintang akan semakin cepat, baik, dan nyaman,” tandas Yikwa.
Laporan: Sony Rumainum

















