Foto: istimewa | Tampak PS Farbes sang kampiun Turnamen Sepak Bola Okmin Cup I, bersama Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si dan Ketua Panitia Imanuel Mimin, di Stadion Bas Youwe, Sentani.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Turnamen Sepak Bola Okmin Cup I resmi berakhir setelah Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST, M.Si menutup kompetisi tersebut pada laga final yang digelar Selasa malam.
Turnamen ini menjadi tonggak kebangkitan sepak bola komunitas Okmin sekaligus ruang pembinaan talenta muda Papua.
Dalam sambutannya, Bupati Spei memberikan apresiasi tinggi kepada panitia yang mampu menyelenggarakan turnamen secara mandiri dengan persiapan yang terbilang singkat.
“Ini bukti bahwa anak-anak muda Papua mampu mengelola kegiatan olahraga secara profesional. Dalam waktu terbatas, turnamen ini bisa berjalan tertib dan sukses,” ujar Spei.
Baca juga: 20 Tim Ramaikan Okmin Cup I, Sepak Bola Jadi Sarana Pembinaan SDM Papua
Ia menegaskan, Okmin Cup I bukan agenda resmi pemerintah daerah, melainkan inisiatif murni manajemen klub Okmin United yang dibentuk untuk menyiapkan pemain muda Papua agar siap bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi.
“Kegiatan ini lahir dari semangat pembinaan. Anak-anak muda belajar berorganisasi, membangun disiplin, dan berkompetisi secara sehat,” katanya.
Menurut Spei, dari 28 pemain binaan Okmin United, sebanyak 11 atlet menunjukkan perkembangan signifikan dan hampir seluruhnya diproyeksikan memperkuat tim pada Liga 4 Papua Pegunungan yang dijadwalkan bergulir pada 14 Februari 2026.
Baca juga: Laga Pembuka Okmin Cup I Meriah, Wabup Jayapura Cetak Gol Lawan Persipura Legend
Lebih jauh, Bupati menyebut Okmin Cup juga menjadi media memperkenalkan identitas suku Ok, Me, dan Min yang berasal dari wilayah Pegunungan Bintang. Ia menegaskan daerah tersebut merupakan hulu beberapa sungai besar Papua, seperti Digul, Sipik, dan Mamberamo.
“Pegunungan Bintang adalah sumber kehidupan bagi banyak wilayah di Papua. Kami ingin hadir dan memberi kontribusi nyata,” tegasnya.
Ia pun menekankan bahwa sepak bola harus dilihat sebagai industri masa depan yang mampu mendorong perubahan ekonomi dan sosial tanpa merusak alam Papua.
“Investasi terbaik adalah membangun sumber daya manusia. Olahraga menjadi jalan untuk mengubah masa depan Papua secara berkelanjutan,” tambahnya.
PS Farbes Juara, Waena FC Runner-up
Pada partai puncak, PS Farbes tampil sebagai kampiun Okmin Cup I. Klub tersebut berhak membawa pulang piala tetap dan piala bergilir yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Okmin United sekaligus Bupati Pegunungan Bintang. PS Farbes juga menerima hadiah pembinaan sebesar Rp35 juta.
Sementara itu, Waena FC harus puas di posisi kedua dengan hadiah Rp25 juta. PS Sific menempati peringkat ketiga dan membawa pulang Rp20 juta, sedangkan MEK FC finis di posisi keempat dengan hadiah Rp15 juta.
Selain juara umum, panitia juga memberikan penghargaan individu dan tim. Panti Polomo terpilih sebagai Best Team dan menerima Rp5 juta.
Penghargaan Best Kiper diraih Ricky Pallo dari PS Farbes dengan hadiah Rp2 juta. Elup Uopmabin dari PS Sific dinobatkan sebagai Best Player dan menerima Rp3 juta. Sementara gelar Top Skor diraih Habes Sokoy dari Waena FC dengan hadiah Rp5 juta.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Pegunungan Bintang, perwakilan DPRD Kabupaten Jayapura dan Pegunungan Bintang, Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang, Ketua PSSI Pegunungan Bintang, hingga Rektor Universitas Okmin Papua.
Diikuti 20 Tim, Total Hadiah Rp110 Juta
Ketua Panitia Okmin Cup I, Imanuel H. Mimin, menyampaikan turnamen ini diikuti 20 tim undangan dan berlangsung selama kurang lebih 20 hari, sejak 8 hingga 31 Januari 2026. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp110 juta.
“Puji Tuhan, turnamen ini bisa berjalan sampai final. Meski masih ada kekurangan, itu akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Jayapura dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena fasilitas yang memadai sekaligus menjadi home base Okmin United yang baru dibentuk sekitar dua bulan lalu.
Menurutnya, Okmin Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana promosi identitas suku Okmin serta dorongan bagi klub-klub Pegunungan Bintang agar mampu bersaing di level regional.
Panitia pun berharap Okmin Cup II dapat digelar dengan skala lebih besar dan menjangkau wilayah yang lebih luas di Papua.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ke depan, turnamen ini bisa digelar di Jayapura, Wamena, Oksibil, atau daerah lain di Papua Pegunungan,” pungkas Imanuel.
Laporan: M. Irfan

















