Foto: istimewa | Estepanus Palobo, Ketua Panitia HUT RI ke 80, Kabupaten Mamberamo Raya
Ibadah Minggu Pkl. 06.00 dan Upacara Pkl. 08.30
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Ketua Panitia HUT RI ke-80 Kabupaten Mamberamo Raya, Estepanus Palobo, menegaskan bahwa penentuan jadwal upacara kemerdekaan yang bertepatan dengan ibadah hari Minggu telah dibahas sejak awal pembentukan panitia.
Menurutnya, dalam rapat perdana pembagian tugas, panitia sudah menyadari bahwa 17 Agustus 2025 jatuh pada hari Minggu. Langkah antisipasi langsung diambil dengan mengundang para pendeta di Kasonaweja dan Burmeso, perwira penghubung, Kapolres, Ketua Klasis GKI, serta Ketua Wilayah GIDI, dan semua hamba Tuhan yang ada, untuk duduk bersama membicarakan solusi.
“Sejak awal kami sudah tahu 17 Agustus jatuh hari Minggu. Karena itu, kami rapat dengan para pendeta dan Forkopimda untuk mencari solusi terbaik agar upacara dan ibadah sama-sama berjalan baik,” ujar Estepanus, Selasa (12/8).
Baca juga: ASN Mambra Dilema, Upacara 17 Agustus Bertepatan dengan Ibadah Minggu
Pertemuan bersama Forkopimda dan pimpinan gereja pada 17 Juli 2025 menghasilkan kesepakatan bahwa upacara akan tetap dilaksanakan seperti biasa, sementara jadwal ibadah dimajukan agar tidak bertabrakan dengan detik-detik proklamasi. Kesepakatan ini kemudian ditindaklanjuti melalui surat resmi dari Pemda ke 19 gereja di Kasonaweja dan Burmeso pada 4 Agustus 2025.
“Kami sudah sampaikan surat resmi ke semua denominasi gereja. Para hamba Tuhan sudah menyesuaikan jadwal ibadah. Jadi kalau masih ada yang mempersoalkan, silakan tanya langsung ke pendeta jemaat masing-masing. Kami punya dokumentasi dan daftar hadir pertemuan,” tegasnya.
Panitia juga mempersilakan jemaat yang ingin menghadiri upacara untuk datang. “Upacara ini adalah milik kita semua, simbol persatuan dan penghargaan atas perjuangan bangsa,” tambahnya.
Baca juga: Instruksi Bupati: ASN Harus Ikut Upacara 17 Agustus, Sanksi Menanti bagi yang Mangkir
Terkait persiapan, Estepanus memastikan lapangan upacara sudah siap sesuai arahan Bupati. Pada Rabu (13/8), area lapangan ditimbun untuk memudahkan peserta, khususnya pasukan pengibar bendera (Paskibraka). PLN juga telah memasang jalur listrik sementara.
“Gladi bersih dan gladi kotor akan digelar Jumat pagi, dan Sabtu kami akan bertemu Paskibraka bersama Bupati di pendopo. Semua persiapan sudah kami atur dengan baik,” pungkasnya.
Kami harapkan agar upacara bendera dilaksanakan pagi, pukul 08.30 WIT dan ibadah raya minggu pagi dimajukan pukul 06.00 hingga selesai, sehingga jemaat Tuhan juga bisa ikut ambil bagian memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia.
Laporan: Roy
















