Foto: Willy | Tampak 5 Anggota DPRK Mamberamo Raya Jalur Otsus resmi dilantik, Jumat (25/7).
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja — Setelah melalui proses panjang dan dinantikan masyarakat adat, lima anggota DPRK Mamberamo Raya dari jalur Otonomi Khusus (Otsus) akhirnya resmi dilantik, Kamis (25/7), dalam upacara adat dan resmi di Burmeso.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Jayapura, Agus Tjahjo Mahendra, S.H., disaksikan Bupati Mamberamo Raya Roby Wilson Rumansara, unsur Forkopimda, tokoh adat, pimpinan OPD, serta anggota DPRK lainnya.
Kelima anggota ini mewakili lima wilayah adat yang ditetapkan melalui musyawarah bersama masyarakat adat. Dengan dilantiknya mereka, DPRK Mamberamo Raya kini telah lengkap secara keanggotaan sesuai ketentuan undang-undang.
Bupati Roby Rumansara menyambut baik pelantikan ini dan menekankan pentingnya sinergi antara wakil adat dan partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Dengan lengkapnya komposisi DPRK, termasuk lima kursi adat ini, saya harap fungsi pengawasan dan legislasi berjalan maksimal, berpijak pada nilai-nilai budaya dan adat Mamberamo,” tegas bupati.
Roby juga meminta agar para wakil adat aktif merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat adat, menjaga transparansi dalam penggunaan Dana Otsus, dan memastikan program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Wakil Ketua Sementara DPRK Mamberamo Raya, Dony Pateh, menyebut pelantikan ini sebagai tonggak penting dalam penguatan demokrasi berbasis budaya lokal.
“Kami terbuka untuk bersinergi. Kini DPRK lengkap, dan kolaborasi antara wakil partai dan adat harus solid agar aspirasi masyarakat di seluruh Mamberamo Raya bisa diwujudkan,” ujar Dony.
Berikut nama-nama lima anggota DPRK dari jalur Otsus yang resmi dilantik:
– Daerah Pengangkatan I: Maria Rofek
– Daerah Pengangkatan II: Kristison Rumaikewi
– Daerah Pengangkatan III: Simon Abaiso
– Daerah Pengangkatan IV: Wahyu Boleba
– Daerah Pengangkatan V: Yusuf Indamarey
Dengan formasi ini, masyarakat berharap keberadaan lima wakil adat tersebut dapat memperkuat suara-suara lokal dalam kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan di Mamberamo Raya.
Laporan: Willy Awek
















