Foto: Irfan | Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH. Didampingi Kapolres Jayapura AKBP. Umar Nasatekay dan Anggota DPRK serta pimpinan OPD lainnya, Jumat (11/7).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Distrik Kaureh, Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah pastori tipe 70 milik Klasis GKI Nawa Wirway. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Badan Pekerja Klasis, Kampung Lapua, pada Jumat (11/7).
Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda menyampaikan bahwa pembangunan rumah pastori ini merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah daerah yang mendukung penguatan kehidupan keagamaan di Kabupaten Jayapura. Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap rumah ibadah bukan hanya ditujukan kepada umat Nasrani, tetapi juga untuk semua umat beragama di daerah ini.
“Pembangunan rumah ibadah sering terhambat karena hanya mengandalkan dana persembahan jemaat, sehingga prosesnya bisa memakan waktu sangat lama. Karena itu, pemerintah hadir untuk mempercepat dan mendorong proses pembangunan tersebut,” kata Bupati Yunus.
Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Pemkab Jayapura akan mengalokasikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah dengan menyediakan tenaga tukang bangunan hingga tahap penyelesaian, tentunya dengan dukungan dari panitia lokal. Menurutnya, pelayanan keagamaan harus berjalan beriringan dengan upaya pembangunan.
“Saya tidak berjanji akan melakukan perubahan yang luar biasa, tetapi saya ingin selama masa kepemimpinan saya, ada hal-hal baik yang bisa kita tinggalkan untuk masyarakat Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati dengan nada haru.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Nawa Wirway, Pdt. Wurlim Termas, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Jayapura terhadap kebutuhan rohani jemaat. Ia mengungkapkan bahwa keinginan untuk membangun rumah pastori sudah lama menjadi kerinduan pihaknya.
“Selama 10 tahun terakhir, kami berjuang tanpa pastori untuk pejabat klasis. Dan hari ini, melalui tangan Bupati Jayapura, kerinduan itu mulai diwujudkan. Kami percaya ini adalah waktu Tuhan yang tepat,” ungkap Pdt. Wurlim.
Ia juga menyebut kehadiran Bupati Wonda sebagai bentuk nyata dari kepedulian seorang pemimpin yang tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga secara spiritual dalam mendukung kehidupan beragama masyarakat.
“Bagi kami, Bupati adalah wakil Allah yang diutus untuk memperhatikan pembangunan rumah ibadah,” pungkasnya penuh syukur.
Laporan: M. Irfan

















