Foto: istimewa | Kapolsek Depapre Ipda Akshani Taqwim, SH., bersama anggota di Pantai Amat, Depapre, Jumat (26/9) malam.

Depapre, jurnalmamberamofoja.com – Suasana wisata sore di Pantai Tanjung Pistol Amay, Kampung Tablasupa, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mendadak berubah menjadi duka.
Dua orang mahasiswa yang tengah menikmati liburan bersama teman-temannya terseret ombak besar, Jumat (26/9) sore. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian tim gabungan.
Kapolsek Depapre, Ipda Akhsani Taqwim, S.H., mengungkapkan pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan warga sekitar pukul 17.10 WIT.
“Begitu menerima informasi, kami segera menurunkan anggota piket untuk melakukan penanganan awal dan mengamankan lokasi kejadian,” jelasnya.
Baca juga: Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan Pria 36 Tahun di Sentani Timur
Korban pertama diketahui berinisial VR (20), mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) asal Jayasri Entrop. Ia berhasil ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa dan sempat dilarikan ke Puskesmas Depapre sebelum dirujuk ke RSUD Yowari, namun dinyatakan meninggal dunia.
Sementara korban kedua, AP (22), mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) asal Dok IX Jayapura, hingga kini masih hilang terbawa arus.
Berdasarkan keterangan saksi yang juga rekan korban, mereka berjumlah delapan orang tiba di Pantai Amay sekitar pukul 16.00 WIT.
Melihat ombak mulai mereda, sebagian dari mereka memutuskan untuk berenang dengan cara melompat dari tebing setinggi sekitar lima meter.
Situasi berubah mencekam ketika VR yang lebih dulu berenang terseret ombak dan kesulitan naik ke darat. Rekannya sempat mencoba menarik, namun genggaman itu terlepas karena derasnya arus.
Dalam upaya menyelamatkan temannya, AP ikut terjun ke laut. Namun nahas, ia justru ikut terbawa arus deras dan hilang. Panik melanda rekan-rekan korban yang mencoba memberikan pertolongan, namun usaha mereka sia-sia karena ombak kembali menghantam kuat.
Polsek Depapre segera berkoordinasi dengan Kantor SAR Jayapura dan sejumlah pihak terkait untuk melanjutkan pencarian korban yang hilang. Tim gabungan kini dikerahkan melakukan penyisiran di sekitar perairan Pantai Amay.
Kapolsek Depapre menegaskan bahwa Tanjung Pistol Pantai Amay bukanlah lokasi aman untuk berenang. Arus bawah laut dan ombak besar kerap membahayakan keselamatan pengunjung.
“Kami imbau masyarakat maupun wisatawan agar tidak berenang di titik rawan seperti Tanjung Pistol, karena arus laut di sana sangat berbahaya,” tegasnya.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang berwisata ke pantai-pantai dengan arus kuat di wilayah Jayapura. Liburan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan, bisa berakhir menjadi duka mendalam bila mengabaikan keselamatan.
Laporan: M. Irfan | rilis

















