Foto: Irfan | Tampak kontingen Expo KTNA sedang berada di atas panggung mengikuti

Kukar, jurnalmamberamofoja.com – Rangkaian Pra Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2025 akhirnya resmi ditutup di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Acara penutupan yang dikemas dalam Rembug Utama dan Expo KTNA Nasional ke-54 Tahun 2025 ini berlangsung khidmat sekaligus meriah pada Senin (22/9) di halaman parkir Kantor Bupati Kukar, Tenggarong.
Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan berskala nasional tersebut.
Baca juga: Kontingen Jayapura Antusias Menimba Ilmu di Pra Penas KTNA 2025, Siap Bawa Pulang Inovasi Pertanian
Salah satu kabar membanggakan datang dari Timur Indonesia. Kontingen Kabupaten Jayapura yang mewakili Provinsi Papua berhasil meraih juara ketiga dalam lomba pentas seni. Lewat penampilan tarian solo khas Suku Sentani, mereka sukses memukau juri dan penonton.
Francisca Warikim Birop atau akrab disapa Sisca tampil dengan penuh penghayatan mengenakan busana adat lengkap Suku Sentani.
Dengan iringan lagu Simafi, tarian ini mengisahkan cinta sepasang muda-mudi Sentani yang harus berpisah karena perbedaan restu keluarga.
Gerakan tarian yang anggun, dilengkapi simbol lambaian lenso sebagai tanda perpisahan, membuat penampilan tersebut sarat makna budaya.
Ketua KTNA Kukar, Edi Damansyah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak pendukung. Ia menegaskan bahwa Expo KTNA 2025 tak hanya jadi ajang silaturahmi petani dan nelayan, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung.
“Selama tiga hari pelaksanaan, tercatat perputaran uang hampir Rp 1,6 miliar dari UMKM dan pasar murah. Ini membuktikan sinergi antara sektor pertanian dengan dunia usaha benar-benar memberi manfaat nyata,” jelas Edi.
Sementara itu, Ketua Umum KTNA Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor, menilai pelaksanaan di Kukar sukses besar.
“Rembug kali ini menghasilkan 12 poin strategis, termasuk menghidupkan kembali program penting yang sempat vakum. KTNA adalah rumah bersama, oleh petani, dari petani, untuk petani,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan rasa bangganya karena Kukar dipercaya menjadi tuan rumah. Menurutnya, forum Rembug Utama dan Expo KTNA adalah wadah penting untuk merumuskan aspirasi dan kebijakan pertanian.
“Semoga rekomendasi yang lahir dari Rembug ini bisa menjadi pijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia juga mengundang para delegasi yang masih berada di Kukar untuk menikmati Festival Erau Adat Kutai 2025 serta wisata alam dan kuliner khas daerah.
Acara penutupan turut diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba, pemberian cenderamata kepada para tokoh KTNA, hingga pelepasan burung dara sebagai simbol perdamaian dan kebersamaan.
Tak ketinggalan, sebuah video recap menampilkan kembali jejak tiga hari kegiatan Rembug Utama dan Expo KTNA 2025, menambah kesan hangat bagi seluruh peserta.
Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, jajaran Forkopimda, pengurus KTNA dari berbagai daerah, serta para tamu undangan yang memadati lokasi acara.
Dengan berakhirnya Rembug Utama dan Expo KTNA ke-54 ini, Kabupaten Kutai Kartanegara bukan hanya tercatat sebagai tuan rumah sukses, tetapi juga menjadi saksi kebersamaan para pejuang pangan dari seluruh Indonesia dalam memperkuat komitmen menuju ketahanan Pangan nasional.
Laporan: M. Irfan

















