Foto: Sony | Matius D. Fakhiri calon gubernur nomor urut 2, sebagai pemenang dan terpilih sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Papua 2024-2029.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua akhirnya menetapkan pasangan Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih periode 2025–2030.
Penetapan ini berlangsung pada Jumat (19/9/2025) di Jayapura, usai keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengakhiri seluruh rangkaian sengketa Pemilukada Papua.
Gubernur terpilih Matius Fakhiri menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh masyarakat Papua yang telah menjaga suasana aman selama proses panjang Pemilukada.
Baca juga: Aryoko Rumaropen: Saatnya Masyarakat Satukan Langkah Bangun Papua
“Kami bersama 16 partai politik dan keluarga besar dari tujuh wilayah adat menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh masyarakat Papua yang sejak awal tahun 2024 hingga putusan MK pada September 2025 mampu menjaga kedamaian dan ketenteraman Pemilukada di Papua,” ujar Fakhiri.
Ia menekankan, perbedaan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memecah belah persaudaraan. Dengan mengusung tagline “Kasih Menembus Perbedaan”, Fakhiri berharap kepemimpinannya bersama Aryoko Rumaropen dapat menjadi perekat kebersamaan sekaligus motor pembangunan di Tanah Papua.
“Kontestasi politik sudah selesai. Mari kita hormati putusan Mahkamah Konstitusi. Saya selalu ingatkan para pendukung, kalau menang jangan menyakiti. Mari saling merangkul, saling menghibur, dan bersama membangun Papua,” imbuh mantan Kapolda Papua ini.
Dalam kesempatan itu, Fakhiri juga memberikan penghargaan kepada penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu, yang dinilainya telah bekerja keras meski tidak luput dari kekurangan.
“Kami menghormati kerja keras penyelenggara yang sudah profesional. Kami juga memohon maaf jika ada pelayanan yang tidak maksimal, karena itu manusiawi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Fakhiri menegaskan bahwa membangun Papua tidak bisa hanya dilakukan oleh dirinya dan wakilnya. Ia pun membuka ruang komunikasi dengan rival politiknya, Benhur Tommy Mano dan Constant Karma, demi kepentingan bersama.
“Saya sudah sampaikan beberapa waktu lalu. Saya akan mengkomunikasikan untuk bertemu dengan saudara saya bapak Tomy Mano dan kakak Constant Karma, bagaimana kita bicara selaku saudara untuk melihat Papua ini ke depan,” jelasnya.
Fakhiri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para pendukung pasangan rival, jika selama proses politik berlangsung ada perkataan maupun sikap dari pendukungnya yang kurang berkenan.
Baca juga: MK Tegaskan Tidak Ada Pemilih Siluman, Gugatan Pilgub Papua Ditolak
Di akhir pernyataannya, Fakhiri kembali menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman Papua. Menurutnya, banyaknya provinsi atau kabupaten di Tanah Papua tidak boleh menjadi pemisah.
“Berapa pun jumlah provinsi atau kabupaten di Tanah Papua, kita tetap satu sebagai anak-anak Papua. Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Papua yang kita cintai,” pungkasnya.
Laporan: Sony Rum

















