Foto: Irfan | Tampak Wabup Haris Richard S. Yocku, SH., ketika menyiram pohon usai penanaman di CPA Hiroshi, Kemiri Sentani, Rabu (23/7).
Wabup: Anak Jangan Cuma Main Gadget, Tanam Pohon!
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Pemerintah Kabupaten Jayapura memperingati Hari Anak Nasional 2025 dengan aksi nyata yang edukatif: mengajak anak-anak menanam pohon di CPA Hiroshi, Kemiri, Sentani, Rabu (23/07).
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan, tapi momentum untuk membentuk karakter anak yang peduli lingkungan.
“Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi belajar menjaga alam sejak kecil. Bila kita jaga alam, maka alam juga akan jaga kita,” tegasnya.
Menurut Haris, kegiatan penanaman pohon ini bukan hanya simbolik. Ia ingin anak-anak, guru, dan para pendamping memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pohon yang ditanam hari itu adalah Kleuw Ha (Mahkota Dewa/Phaleria Macrocarpa), tanaman yang dikenal memiliki banyak manfaat.
“Air bersih, udara segar, dan umur bumi yang lebih panjang adalah hasil dari lingkungan yang terjaga. Semua pihak harus terlibat pemerintah, komunitas lingkungan, sponsor, dan yang paling penting, anak-anak,” ujarnya.
Haris juga mengingatkan agar anak-anak lebih banyak terlibat dalam kegiatan nyata ketimbang menghabiskan waktu di dunia maya.
“Kurangi aktivitas yang membahayakan di internet. Mulailah dari hal kecil seperti menanam pohon dan tidak buang sampah sembarangan. Jika generasi sekarang sadar, maka Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi khususnya di Papua,” tambahnya.
Dari pihak Wahana Visi Indonesia (WVI), Prince Keliat menambahkan bahwa penanaman pohon ini bukan seremonial belaka. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai cinta lingkungan dalam diri anak-anak.
“Anak yang menanam pohon hari ini, adalah generasi yang tumbuh dengan kesadaran menjaga bumi esok hari,” katanya.
Prince juga berharap seluruh anak-anak di Kabupaten Jayapura bisa menikmati haknya secara utuh termasuk hak untuk tumbuh di lingkungan yang sehat dan lestari.
Laporan: M. Irfan

















