Foto: Willy | Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya dr. Yermia Msen, M.Kes, melakukan penyematan tanda peserta kepada 2 perwakilan peserta pelatihan tenaga Nakes terpadu kesehatan jiwa di Kasonaweja Kamis, (24/6).
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Menyikapi meningkatnya kasus gangguan jiwa pasca pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamberamo Raya menggelar pelatihan khusus bagi puluhan tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas dan Pustu di wilayah tersebut.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juni 2025 ini, terselenggara atas kerja sama Dinkes Mamberamo Raya dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura dan Merauke. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Mamberamo Raya, dr. Yermia Msen, M.Kes.
Dalam sambutannya, dr. Msen menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat layanan dasar, terutama dalam menangani kasus-kasus kejiwaan yang semakin marak ditemui di lapangan.

“Gangguan jiwa kini menjadi isu serius yang kian nyata pasca pandemi. Banyak masyarakat mengalami tekanan ekonomi dan kehilangan pekerjaan, yang berujung pada kondisi kejiwaan. Melalui pelatihan ini, kami berharap nakes bisa memberikan penanganan awal secara cepat dan tepat,” ujar dr. Msen.
Ia juga menyoroti keterbatasan akses rujukan dan tantangan geografis di Mamberamo Raya, sehingga pelayanan kesehatan jiwa harus diintegrasikan langsung ke dalam layanan Puskesmas.
“Kami akan terus mendorong kerja sama dengan RSJ Jayapura agar proses rujukan pasien gangguan jiwa bisa berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Tiga narasumber dari RSJ Jayapura dan Merauke memberikan materi pelatihan yang mencakup pengenalan jenis-jenis gangguan jiwa, teknik komunikasi dengan pasien, penanganan darurat, hingga prosedur rujukan ke fasilitas kesehatan jiwa tingkat lanjut.
Ketua Panitia Pelatihan, Jhon Calfin Maitindom, S.KM., yang juga menjabat sebagai Kabid P2P Dinkes Mamberamo Raya, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh tenaga medis dari seluruh 13 distrik di Mamberamo Raya.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam memperkuat kapasitas SDM kesehatan, khususnya dalam menangani kesehatan jiwa yang menjadi tantangan baru di tengah dinamika sosial masyarakat,” ujar Maitindom.
Ia berharap pelatihan ini menjadi awal dari agenda rutin dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan mitra teknis seperti RSJ Abepura.

“Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakan pelatihan khusus kesehatan jiwa. Ke depan, kami ingin memperluas jangkauan dan memperkuat kolaborasi agar penanganan pasien gangguan jiwa bisa dilakukan secara lebih sistematis dan terstruktur,” tutupnya.
Laporan: Willy

















