Foto: istimewa | Sanggar Marising Kotaraja, raih juara umum pada lomba tari Yosim pancar (Yospan) dan Wisisi di gelar oleh Pemkab Jayapura, Kamis (10/7).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Lomba tari tradisional Yosim Pancar (Yospan) dan Wisisi tingkat Kabupaten Jayapura yang digelar Pemerintah Daerah di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kamis (10/7/2025), berlangsung meriah dan sarat semangat pelestarian budaya.
Acara ini sukses menarik perhatian masyarakat dan sekaligus menjadi ajang apresiasi terhadap seni gerak khas Papua yang kaya nilai sejarah dan identitas lokal.
Dalam lomba ini, Sanggar Marising dari Kotaraja tampil memukau dan berhasil meraih juara pertama pada kategori tim umum Yospan dengan nilai tertinggi 1.450. Posisi kedua diraih oleh kelompok Oyandi dengan skor 1.425, disusul Kombaki di peringkat ketiga dengan nilai 1.400.
Sementara itu, posisi juara harapan I, II, dan III masing-masing ditempati oleh Pam Zoar (Paso), Hentechay, dan Phulai Khoy Puai, yang menunjukkan performa kompetitif dan semangat luar biasa di panggung.
Untuk kategori remaja dalam lomba tari Wisisi, kelompok Swadiri keluar sebagai juara pertama setelah mengumpulkan nilai 1.300, diikuti oleh Karam Squad dengan skor 1.280 dan SMA Kristen Raguauli di posisi ketiga dengan nilai 1.250. Juara harapan I hingga III dalam kategori ini diraih oleh Cimex, Repost Putri, dan SMA Koinonia.
Sementara itu, di kategori sekolah untuk lomba Yospan, SMP Negeri 2 Sentani meraih juara pertama dengan skor 1.350, disusul SMK YPKP Sentani dengan 1.300, dan SMAN Nimbokrang di posisi ketiga dengan nilai 1.280. Ketiga sekolah ini dinilai berhasil membawakan gerakan tari yang energik, kreatif, dan tetap menghormati nilai-nilai tradisi.
Penilaian lomba dilakukan oleh tiga dewan juri yang terdiri dari Yohanis Theodorus Yepese, Fileb Ramandei, dan Jemmy Ondikeleuw. Ketiganya menilai secara menyeluruh dari aspek teknik gerak, ekspresi, koreografi, kekompakan, hingga pemanfaatan properti dan makna budaya.
Keputusan pemenang diumumkan secara resmi melalui surat bernomor 002/SK-JURI/YOSPAN–WISISI/2025 yang ditandatangani dan diberlakukan efektif pada hari itu juga. Panitia menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Ketua Dewan Juri, Theo Yepese, dalam keterangannya menyampaikan bahwa lomba ini bukan hanya tentang kompetisi seni semata, tetapi juga menjadi wadah penting dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai budaya Papua kepada generasi muda.
Ia menambahkan bahwa para pemenang dari masing-masing kategori akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Jayapura dalam ajang seni dan budaya tingkat regional selanjutnya.
Ajang ini dinilai sebagai momen penting untuk membangkitkan rasa cinta terhadap budaya lokal, sekaligus mengukuhkan peran seni tari tradisional sebagai elemen penting dalam memperkuat identitas masyarakat Papua di tengah arus modernisasi.
Laporan: Sony Rum

















