Reses di Pedalaman Sarmi, Tulus Sianipar Bawa Harapan Ke Omte

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Anggota DPR Papua Tulus Sianipar, ketika membagi beras ke warga Kampung Omte, Distrik Tor Atas, Kabupaten Sarmi saat Reses krmarin.

banner 325x300

Sarmi, jurnalmamberamofoja.com — Jarak yang jauh dan akses yang terbatas tidak menyurutkan langkah Anggota DPR Papua, Tulus Sianipar, untuk
menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Selama empat hari, 18–21 Maret 2026, ia melaksanakan reses tahap I di Kampung Omte, Distrik Tor Atas, Kabupaten Sarmi.

Kampung Omte merupakan salah satu dari sepuluh kampung di distrik tersebut, namun kerap luput dari perhatian. Untuk mencapainya, perjalanan harus ditempuh melalui jalur sungai dari muara Kali Tor selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan speedboat bermesin 40 PK satu-satunya akses menuju kampung tersebut.

Di wilayah yang jauh dari pusat aktivitas itu, sekitar 35 hingga 40 kepala keluarga menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Kondisi ini menjadi alasan utama dilaksanakannya reses, sebagai upaya
memastikan suara masyarakat tetap terdengar.

Baca juga: Reses Perdana Cecilia Mehue Diserbu Tuntutan Lindungi Hak Ulayat dan Masa Depan OAP

Dalam setiap pertemuan, warga menyampaikan harapan sederhana: ingin diperhatikan, didengar, dan dilibatkan dalam pembangunan. Kehadiran wakil rakyat di tengah mereka menjadi simbol bahwa negara masih hadir, bahkan di wilayah yang paling terpencil sekalipun.

Reses ini menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Kampung kecil seperti Omte pun memiliki hak yang sama untuk diperhatikan dan diperjuangkan.

Meski belum semua kebutuhan dapat dijawab, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi langkah awal yang berarti. Dari pertemuan-pertemuan sederhana itu, tumbuh harapan bahwa perubahan perlahan akan datang.

Kegiatan reses ini menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun jarak dan sekecil apa pun jumlah penduduk, setiap warga tetap memiliki hak yang sama untuk didengar dan diperjuangkan dalam pembangunan Papua.

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *