Puskesmas Waibu Dipalang dan Dikunci, Kepala Puskesmas Pastikan Layanan Tetap Berjalan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan |Nampak Fransina Dike, Kepala UPTD Puskesmas Waibu, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, saat memberikan arahan kepada siswa-siswi SMA YPKP Sentani yang sedang menjalani praktik di Puskesmas Waibu.

Sentani, jurnalmamberamofoja.com Kepala UPTD Puskesmas Waibu, Kabupaten Jayapura, Fransina Dike, memastikan informasi yang menyebutkan Puskesmas Waibu ditutup mulai Senin (20/7) adalah berita bohong (hoaks). Ia menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan meski sempat terkendala aksi pemalangan dan penguncian sejumlah ruangan.

banner 325x300

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/7/2026), Fransina menjelaskan bahwa flyer yang mengatasnamakan manajemen dan seluruh staf Puskesmas Waibu mulai beredar pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 18.00 WIT melalui pesan WhatsApp, kemudian menyebar luas di media sosial.

“Begitu menerima flyer dari salah satu staf, saya langsung menyampaikan kepada grup internal, menginformasikannya melalui media sosial, serta melaporkannya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura bahwa informasi tersebut adalah hoaks,” ujarnya.

Sekitar pukul 19.30 WIT, Fransina mendatangi Puskesmas Waibu dan mendapati flyer yang sama telah ditempel di pintu gerbang masuk. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa pelayanan kesehatan dihentikan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Ia menegaskan, pengumuman itu tidak pernah diterbitkan maupun disetujui oleh manajemen Puskesmas Waibu.

Selain penyebaran flyer hoaks, pihaknya juga menemukan sejumlah pintu ruangan dalam kondisi terkunci, mulai dari pintu depan, samping, belakang hingga ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Kondisi tersebut sempat menghambat pelayanan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat.

“Kami tetap berusaha masuk melalui bagian belakang agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, meskipun dengan keterbatasan karena sebagian besar ruangan terkunci,” katanya.

Meski demikian, pelayanan kesehatan secara bertahap kembali dibuka sekitar pukul 09.00 WIT, meliputi pelayanan loket, laboratorium, farmasi, hingga rawat jalan.

Loket pendaftaran puskesmas Waibhu
Loket pendaftaran Puskesmas Waibhu tertutup

Baca juga: Yon TP 810 dan Puskesmas Kanda Hadirkan Pengobatan Gratis untuk Warga Waibhu

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak Puskesmas langsung memanggil tukang guna membuka seluruh pintu yang terkunci dan mengganti kunci ruangan dengan yang baru.

“Hari ini kami mengganti seluruh kunci agar pelayanan tetap berjalan dengan baik. Sampai sekarang kami juga belum mengetahui keberadaan kunci-kunci yang lama,” jelasnya.

Terkait aksi pemalangan dan penguncian ruangan, Fransina mengaku belum mengetahui secara pasti pelakunya. Namun, ia menduga tindakan tersebut dilakukan oleh oknum yang memahami akses dan kondisi di lingkungan Puskesmas Waibu.

“Saya menduga ada keterlibatan oknum internal karena mereka mengetahui akses ke ruangan-ruangan di puskesmas. Namun saya tegaskan, tidak semua pegawai terlibat, hanya oknum tertentu,” ungkapnya.

Fransina juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, aksi tersebut telah menimbulkan rasa takut di kalangan tenaga kesehatan akibat adanya intimidasi dari oknum tertentu.

Ia menegaskan bahwa persoalan internal tidak boleh menghambat pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena konflik internal. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat dan harus tetap berjalan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh kunci ruangan akan diganti dan setiap petugas yang sudah tidak bertugas diminta mengembalikan seluruh aset, termasuk kunci fasilitas puskesmas.

Tampak Fransina Dike Kepala Puskesmas Waibhu
Tampak Fransina Dike Kepala Puskesmas Waibhu

Fransina berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama instansi terkait segera mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pemalangan, penyebaran flyer hoaks, maupun tindakan lain yang menghambat pelayanan publik.

“Kalau memang ada persoalan internal, selesaikan sesuai mekanisme yang berlaku. Jangan sampai pelayanan kesehatan dihentikan dengan cara-cara seperti ini. Saya berharap ada penegakan disiplin agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *