Foto: Irfan | Nampak Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Derek Timotius Wouw ketika memimpin Apel bersama dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Kamis (5/6).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten Jayapura memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2025 dengan menggelar apel bersama dan aksi bersih sampah plastik di Lapangan Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kamis (6/6/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Derek Timothius Wouw, dan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, perwakilan pelaku usaha, serta komunitas pecinta lingkungan.
Peringatan tahun ini mengusung tema global dari UNEP: “Ending Plastic Pollution” atau “Hentikan Polusi Plastik”, yang menyoroti darurat pencemaran plastik dan pentingnya aksi kolektif menghentikannya.
Dalam sambutan Bupati Jayapura yang dibacakan oleh Asisten III, disampaikan bahwa peringatan HLHS merupakan momentum penting untuk memperkuat kesadaran dan aksi nyata di semua tingkatan mulai dari individu, keluarga, kampung, hingga tingkat kabupaten.
“Isu sampah plastik sangat mendesak dan jika tidak ditangani secara serius akan berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, bahkan ekonomi. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Derek membacakan sambutan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda.
Disebutkan, upaya mengatasi polusi plastik selaras dengan visi Kabupaten Jayapura yang menekankan pelestarian Danau Sentani dan Cagar Alam Cycloop, serta mendorong inovasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Bupati juga menyinggung pentingnya pendidikan lingkungan, yang direalisasikan melalui program sekolah Adiwiyata. Sejumlah sekolah di Kabupaten Jayapura telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional maupun mandiri dalam beberapa tahun terakhir.
“Pada 2022, SMPN 2 Sentani meraih Adiwiyata Nasional. Tahun berikutnya, lima sekolah kembali meraih penghargaan serupa, dan pada 2024 satu sekolah mendapat status Adiwiyata Mandiri,” paparnya.
Tahun ini, Pemkab kembali mengusulkan sejumlah sekolah untuk mengikuti program Adiwiyata di tingkat nasional dan mandiri, sebagai wujud komitmen pendidikan ramah lingkungan.
Usai apel, para peserta menandatangani komitmen bersama untuk menghentikan polusi plastik, yang melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, pelaku usaha, dan media.
Kegiatan ditutup dengan aksi bersih lingkungan melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, yang kemudian diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup ke tempat pembuangan akhir.
Laporan: Irfan

















