Foto: istimewa / Nampak KM. Cantika Lestari saat beroperasi melayani penumpang rute Mamberamo
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja — Pengoperasian dua kapal laut, KM Chantika Lestari 77 dan KM Chantika Lestari 88, yang selama ini melayani masyarakat Mamberamo Raya, dipastikan akan dihentikan sementara mulai pekan depan.
Keputusan ini diambil menyusul belum adanya kejelasan terkait nota kesepahaman (MoU) antara pihak pengelola kapal, PT Belibis Papua Mandiri, dan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya untuk tahun anggaran 2025.
Penghentian layanan ini dipastikan berdampak langsung pada aktivitas transportasi laut yang menghubungkan berbagai wilayah di Mamberamo Raya. Warga yang selama ini bergantung pada kedua kapal untuk keperluan perdagangan maupun mobilitas antarwilayah diimbau untuk sementara mencari alternatif moda transportasi.
General Manager PT Belibis Papua Mandiri, Nasrudin, menyatakan penghentian sementara ini dilakukan demi kepastian hukum dan kelanjutan kerja sama yang jelas dengan pemerintah daerah.
“Rencana kami, mulai minggu depan KM Chantika Lestari 77 dan KM Chantika Lestari 88 akan kami hentikan sementara pelayanannya ke Mamberamo Raya sampai ada kejelasan MoU dengan Pemkab Mamberamo Raya,” kata Nasrudin melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi, Selasa (27/5).
Manajemen PT Belibis Papua Mandiri berharap agar pembahasan MoU dapat segera dilakukan agar layanan pelayaran bisa kembali berjalan normal.
“Kami berharap ada pertemuan dengan Bupati agar ada kejelasan mengenai perpanjangan MoU tahun ini, sehingga kami dapat kembali melayani masyarakat Mamberamo Raya,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya belum memberikan pernyataan resmi terkait penundaan ini maupun perkembangan pembahasan MoU. Diketahui, Bupati Mamberamo Raya masih dalam masa pemulihan kesehatan, sehingga belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani oleh kedua pihak.
Sebagai informasi, sejak tahun 2017 hingga 2024, Pemkab Mamberamo Raya telah menjalin kerja sama dengan PT Belibis Papua Mandiri untuk menyediakan layanan transportasi laut bersubsidi menggunakan dua kapal tersebut. Rute pelayaran meliputi Jayapura – Teba – Bagusa – Trimuris – Kasonaweja (PP), yang beroperasi setiap minggu.
Laporan: Willy

















