Foto: istimewa / Tampak Ketua Pansel DPRK Nelius Awaki dan anggota bersama Bupati Robby Rumansara, Ketua DPRK Elias Besutey dan kepala Kesbangpol, Klemens Sineri, (5/3).
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Panitia Seleksi (Pansel) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Otsus Mamberamo Raya menyampaikan permohonan maaf atas hasil pleno yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, khususnya di Kasonaweja dan Burmeso.
Ketua Pansel, Nelius Awaki, menegaskan bahwa pihaknya akan meninjau kembali keputusan tersebut dan berkomitmen melakukan revisi.
Dalam keterangannya usai bertemu Bupati Robby Rumansara pada Rabu (5/3), Nelius Awaki mengakui adanya kesalahan dalam penetapan lima nama anggota DPRK Otsus.
Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat Mamberamo Raya, terutama masyarakat di Daerah Pengangkatan 4 (Dapeng 4) yang meliputi Distrik Mamberamo Tengah Timur dan Distrik Benuki.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan dalam hasil pleno kemarin. Keputusan itu diambil secara terburu-buru dan tidak sesuai dengan harapan. Sebagai Ketua Pansel, saya bertanggung jawab penuh atas kesalahan ini dan berjanji untuk segera melakukan revisi,” ujar Nelius.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memeriksa kembali seluruh dokumen perekrutan, khususnya bagi masyarakat dari suku Bauzi dan Benuki.
Proses revisi akan dilakukan dengan koordinasi bersama Bupati, Sekda, serta Kesbangpol untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar adil dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Lebih lanjut, Nelius mengimbau kepada calon anggota DPRK yang merasa dirugikan untuk tetap tenang dan menghentikan aksi pemalangan terhadap kantor pemerintah daerah.
Ia memastikan bahwa revisi akan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan meminta waktu agar proses ini dapat berjalan maksimal.

“Kami mohon kepada saudara-saudara yang melakukan aksi protes untuk menghentikan tindakan tersebut. Kami akan bekerja sesuai prosedur dan memastikan hasil yang lebih baik untuk kepentingan bersama. Kami juga berharap kondisi di Kabupaten Mamberamo Raya tetap kondusif, terutama menjelang acara penjemputan dan syukuran Bupati dan Wakil Bupati besok,” jelasnya.
Sebagai penutup, Nelius kembali menegaskan bahwa masyarakat suku Bauzi dan pihak-pihak yang merasa dirugikan diminta untuk bersabar menunggu hasil revisi resmi yang akan segera diumumkan.
Laporan: Roy







