Mahasiswa Mamberamo Raya Pertanyakan Bantuan Studi yang Tak Kunjung Dicairkan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa / Hendrik Pitawa, mahasiswa Mambra

Hendrik Pitawa: Bupati dan Wabup segera kunjungi mahasiswa di asrama

banner 325x300

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Raya yang tengah menempuh pendidikan di Kota Jayapura dan daerah lainnya mempertanyakan pencairan bantuan studi dari pemerintah daerah yang hingga kini belum terealisasi. Padahal, proses pemberkasan telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu, tetapi belum ada kepastian kapan dana tersebut akan disalurkan.

Hendrik Pitawa, mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura, dalam pesan suara yang dibagikan di grup WhatsApp pada Rabu (12/3), meminta kejelasan terkait tindak lanjut pencairan bantuan studi berupa dana tunai bagi mahasiswa.

“Selamat pagi semua. Saya ingin menanyakan perkembangan terkait bantuan studi. Saat ini, prosesnya sudah sampai di mana? Karena sejak mahasiswa diminta mengumpulkan persyaratan seperti Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), surat aktif kuliah, dan dokumen lainnya, hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dicairkan,” ujar Hendrik dalam pesannya.

Mahasiswa Desak Pemda Segera Bertindak

Hendrik menambahkan bahwa keterlambatan ini telah berlangsung selama beberapa bulan, sehingga ia meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Sergius Doromi dan Kepala Bappeda Kabupaten Mamberamo Raya segera menindaklanjuti pencairan dana tersebut. Menurutnya, bantuan pendidikan ini sangat penting bagi mahasiswa, tidak hanya untuk keperluan akademik di kampus tetapi juga untuk menunjang kehidupan mereka selama menempuh studi.

“Sudah beberapa bulan sejak persyaratan dikumpulkan, tetapi belum juga direalisasikan. Kami meminta Sekda dan Kepala Bappeda segera memberikan tanggapan. Jika ada perwakilan dari instansi tersebut yang tergabung dalam grup ini, kami berharap ada respons secepatnya,” tegasnya.

Mahasiswa juga mendesak agar nama-nama penerima bantuan yang sudah terakomodasi segera diterbitkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati. Dengan demikian, data mahasiswa dapat diproses oleh Badan Keuangan Daerah untuk pencairan dana.

“Kami meminta Kepala Bappeda segera menerbitkan SK Bupati terkait daftar nama mahasiswa penerima bantuan, sehingga dana bisa segera diproses dan dicairkan oleh Badan Keuangan,” lanjut Hendrik.

Hendrik Pitawa, Mahasiswa

Ancaman Aksi Jika Tak Ada Respons

Selain menuntut kejelasan pencairan dana, Hendrik juga mengingatkan pemerintah daerah agar lebih memperhatikan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), karena mahasiswa merupakan aset daerah yang harus didukung.

Bahkan, jika permintaan ini terus diabaikan, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi untuk menekan pemerintah daerah, khususnya Sekda dan Kepala Bappeda.

“Pemerintah tidak boleh mempermainkan mahasiswa seperti anak kecil. Semua persyaratan sudah dikumpulkan, sehingga Bupati harus segera menginstruksikan jajarannya agar mempercepat pencairan bantuan studi, kemarin sudah penyerahan DPA sehingga Bappeda harus segera respon” tegasnya.

Mahasiswa juga meminta Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya bapak Robby Rumansara dan bapak Keven Totouw untuk segera mengunjungi asrama mahasiswa guna mendengar langsung keluhan dan kebutuhan mereka.

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *