Foto: istimewa | Kadispora Mamberamo Raya Mesak Bilasi

Kasonaweja, jurnalmamberamofoja.com — Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mamberamo Raya, Mesak Bilasi, memberikan pesan penuh semangat kepada para peserta pelatihan wasit lisensi C3 yang tengah mengikuti kursus di Jayapura.
Meski tidak sempat hadir secara langsung karena alasan kesehatan, Mesak tetap menyampaikan sejumlah pesan penting yang sarat makna bagi para peserta muda yang menjadi tumpuan masa depan sepak bola daerah.
Dalam pesannya, Mesak Bilasi terlebih dahulu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para peserta yang telah merespons undangan dari Dispora dan bersedia datang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut, Senin (27/10).
“Saya ucapkan banyak terima kasih untuk adik-adik yang mau datang dan ikut kegiatan pelatihan ini. Ini kesempatan langka, jadi manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Mesak dalam pesannya yang disampaikan melalui panitia kegiatan.
Baca juga: Bangkitkan Sepak Bola Daerah, Asprov PSSI dan Dispora Mambra Gelar Pelatihan Wasit C3
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PSSI dan Asprov Papua yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga kegiatan pelatihan wasit ini bisa terlaksana dengan baik. Menurutnya, kerja sama lintas organisasi sangat dibutuhkan untuk mencetak SDM muda yang siap berkarier di dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Lebih lanjut, Kadispora Mamberamo Raya itu menekankan bahwa ilmu dan pengalaman jauh lebih berharga daripada sekadar materi yang mungkin didapat dari kegiatan tersebut.
“Jangan pikir soal uang atau apa yang diberikan panitia, tapi pikirkan bagaimana ilmu yang kalian dapat ini bisa diterapkan. Sertifikat itu penting, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kalian bisa memimpin pertandingan dengan percaya diri dan profesional,” pesannya.

Mesak menjelaskan, dengan lisensi C3 yang nanti dimiliki, para peserta sudah menapaki langkah awal menuju jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga ke lisensi C2 dan C1. Ia optimistis, jika para peserta tekun dan konsisten, bukan hal mustahil mereka bisa memimpin pertandingan di Liga 2 atau bahkan Liga 1 di masa mendatang.
“Kalian masih muda, karier masih panjang, dan masa depan masih cerah. Kalau sudah masuk dalam ikatan wasit, pasti kalian akan sering dipanggil untuk memimpin turnamen di berbagai daerah,” tambahnya.
Ia memberi contoh, bila suatu saat ada event di Kabupaten Keerom atau daerah lain, maka wasit berlisensi dari Mamberamo Raya bisa saja dipanggil untuk bertugas.
“Jangan cepat bosan atau menyerah hanya karena belum dapat sesuatu. Ilmu dan pengalaman yang kalian bawa pulang dari pelatihan ini jauh lebih bernilai dari itu,” tegas Mesak.
Mesak juga mengingatkan, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan berlisensi resmi seperti ini. Karena itu, ia mengajak para peserta untuk bersyukur kepada Pemda dan Dispora Mamberamo Raya yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Kita harus berterima kasih kepada Pemda dan Dinas terkait karena kegiatan seperti ini sangat langka. Ini bentuk perhatian nyata pemerintah kepada generasi muda di bidang olahraga,” katanya.
Lebih jauh, Mesak Bilasi mengungkapkan bahwa Dispora Mamberamo Raya sudah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) agar kegiatan pelatihan wasit ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Ia berharap Bappeda bisa mengalokasikan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung pelatihan lanjutan, termasuk pelatihan lisensi C2 dan C1 di masa depan.
Baca juga: Bupati Roby Rumansara Dorong Mahasiswa Mamberamo Raya Jadi Pemimpin Masa Depan Papua
“Dana Otsus harus menyentuh anak-anak muda asli Papua, terutama di Mamberamo Raya. Karena itu, kami dorong agar pelatihan seperti ini terus dilanjutkan dan dibiayai secara berkelanjutan,” tutur Mesak Bilasi.
Pesan dan komitmen Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya serius dalam menyiapkan generasi muda yang berkompeten di bidang olahraga.
Ia percaya, lewat pembinaan yang konsisten dan dukungan dari berbagai pihak, Mamberamo Raya akan mampu melahirkan wasit-wasit profesional yang tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tapi juga berpotensi menembus kancah nasional.
Laporan: Roy Hamadi









