Debat Publik Jayapura Bahas Isu Fundamental, JMW: “Ini Realita yang Harus Diperbaiki”

Dok JMF/ Paslon Nomor urut 04 cabup-cawabup kabupaten Jayapura, Jhon Manangsang Wally - Daniel Mebri
banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Dok JMF/ Paslon Nomor urut 04 cabup-cawabup kabupaten Jayapura, Jhon Manangsang Wally – Daniel Mebri

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Calon Bupati (Cabup) Jayapura nomor urut 4, Yohannis Manangsang, menyebut tema debat publik pertama sangat penting dan menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi Kabupaten Jayapura dalam pembangunan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat.

banner 325x300

Debat publik yang diselenggarakan KPU Kabupaten Jayapura di Ballroom Suni Garden Lake Hotel, Sentani, mengusung tema “Pembangunan Kesejahteraan dan Pelayanan Masyarakat di Kabupaten Jayapura”.

Manangsang mengatakan tema ini mencerminkan situasi aktual di Jayapura yang masih menghadapi kendala dalam mencapai kesejahteraan yang merata.

“Tema debat ini sangat mendasar. Sebenarnya, hal ini juga menggarisbawahi fakta bahwa kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik masih belum optimal. Realitas ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera ditangani,” ujar Manangsang usai debat.

Bersama pasangannya, Daniel Mebri, Manangsang menegaskan visi mereka untuk melakukan perubahan signifikan bagi Kabupaten Jayapura.

Berdasarkan pengamatan dan data di lapangan selama kampanye, Manangsang menyoroti status Kabupaten Jayapura yang menurut SK Kementerian Desa nomor 147 tahun 2023 turun dari status “berkembang” menjadi “tertinggal”.

“Kondisi di lapangan memang memprihatinkan. Banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dasar. Oleh karena itu, langkah pertama kami adalah memenuhi kebutuhan mendasar dan membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Manangsang juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk komponen adat, agama, dan pemerintah.

“Pembangunan yang kami rencanakan dalam visi misi ‘Jayapura Emas’ harus didukung seluruh masyarakat, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu ada sinergi yang kuat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Manangsang menyatakan pentingnya fokus pada solusi nyata untuk mengatasi permasalahan kesejahteraan, bukan sekadar janji besar.

“Kita harus bergerak dengan fakta, tidak langsung melompat terlalu jauh. Kita perlu memulai dari yang mendasar dan perlahan memperbaiki kondisi,” pungkasnya.

(Fan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *