Foto: istimewa | Tampak Barnabas Suebu, SH., bersama sejumlah Gubernur di Tanah Papua, dalam ibadah ucapan syukur HUT ke-80 Tahun, Rabu (29/4) malam.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Hujan deras yang mengguyur Kota Jayapura tak mampu meredupkan suasana khidmat dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun ke-80 Barnabas Suebu. Acara yang digelar di Ballroom Graha Zara, Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Rabu malam (29/04/2026), berlangsung penuh makna dan kekeluargaan.
Gubernur Papua Matius Fakhiri hadir bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua, menunjukkan penghormatan kepada sosok yang pernah memimpin Bumi Cenderawasih. Kehadiran ini menjadi simbol kuat kesinambungan kepemimpinan di Papua.

Ibadah syukur tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh penting dari berbagai daerah otonomi baru, seperti Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat, hingga Papua Barat Daya.
Kebersamaan lintas wilayah ini mempertegas bahwa semangat persatuan tetap terjaga di tengah dinamika pemekaran wilayah.

Dalam sambutannya, Fakhiri menegaskan bahwa Barnabas Suebu merupakan figur sentral dalam perjalanan pembangunan Papua. Ia menyebut pengabdian panjang Suebu sebagai teladan bagi generasi pemimpin saat ini.
“Beliau telah melewati berbagai fase penting dalam sejarah Papua. Dedikasinya menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Fakhiri.

Di usia ke-80, Barnabas Suebu tampak didampingi keluarga dan kerabat dekat. Ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilalui serta kebersamaan panjang dengan masyarakat Papua.
Perayaan ini tak sekadar seremoni ulang tahun, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai kepemimpinan yang berakar pada pelayanan, dialog, dan kearifan lokal ciri khas kepemimpinan Suebu selama ini.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi lintas generasi dan wilayah, memperkuat koordinasi serta komunikasi di tengah tantangan pembangunan Papua yang semakin kompleks.
Lebih dari itu, kehadiran para tokoh dari berbagai provinsi menjadi penegasan bahwa meski Papua kini terbagi dalam beberapa wilayah administratif, identitas dan semangat sebagai satu kesatuan tetap terjaga.
Laporan: Sonny Rumainum

















