Dana BOSDA Terus Mengalir, Padahal SD Inpres Tayai Sudah Lama Tidak Aktif

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak SD Inpres Tayai, sudah ditumbuhi rumput hingga ke dinding Sekolah

Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Sekolah Dasar Inpres Tayai di Kampung Tayai, Distrik Roufaer, Kabupaten Mamberamo Raya, sudah bertahun-tahun tidak aktif. Bangunannya terbengkalai, ditumbuhi semak hingga ke dinding, namun pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) masih terus berjalan.

banner 325x300

“Sekolahnya sudah lama tutup, tapi dananya tetap dicairkan. Saya lihat sendiri guru yang datang ke bank untuk ambil dananya,” ujar Obaja Dote, Sekretaris Kampung Tayai, saat dihubungi Jurnal Mamberamo Foja via WhatsApp, Jumat malam (6/6/2025).

Obaja mengaku heran ketika beberapa hari lalu mendapati seorang guru SD Inpres Tayai yang menurutnya tidak pernah lagi hadir di sekolah justru terlihat mencairkan dana BOSDA di Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah. Guru yang dimaksud adalah Otow Wenda, yang sempat dikejar oleh Obaja guna meminta klarifikasi, namun yang bersangkutan pergi ke Jayapura menggunakan kapal.

Obaja Dote
Obaja Dote | Sekretaris Kampung Tayai

Minta Pencairan Dihentikan

Atas kejadian tersebut, Obaja Dote mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya untuk segera menghentikan pencairan dana BOSDA bagi SD Inpres Tayai. Ia juga meminta agar pemerintah menugaskan guru baru untuk kembali mengaktifkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut.

“Jika sekolah sudah tidak aktif selama bertahun-tahun, lalu ke mana perginya dana BOSDA itu? Untuk apa dan digunakan oleh siapa?” tegasnya.

Dana BOSDA diketahui berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagai pendamping dana BOS dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah mendukung kelancaran pendidikan dasar. Namun, penggunaannya di sekolah yang sudah lama tidak beroperasi tentu menimbulkan tanda tanya besar.

SD Inpres Tayai
SD Inpres Tayai

Sudah Lama Tak Beroperasi

Menurut Obaja, SD Inpres Tayai telah berdiri sejak Mamberamo Raya masih menjadi bagian dari Kabupaten Sarmi. Sekolah tersebut terakhir aktif pada masa kepemimpinan Bupati Dorinus Dasinapa, dan sejak itu tidak ada lagi aktivitas belajar.

Meski demikian, warga Kampung Tayai 1 dan 2 masih memiliki akses pendidikan melalui sekolah swasta yang dikelola oleh Yayasan Advent. Lembaga ini menyediakan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Saat ini, Obaja mengaku sedang berada di Kasonaweja mendampingi istrinya yang sedang sakit. Ia berharap aduan terkait SD Inpres Tayai ini segera ditanggapi dengan serius oleh Dinas Pendidikan setempat.

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *