Batik Tulis Papua Tak Sekadar Kain, Zita Anjani Dorong Jadi Kekuatan Pariwisata Budaya

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Utusan khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., bersama Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, SH., dan pengrajin batik tulus di Kemiri, Sentani kemarin (23/12).

banner 325x300

Sentani, jurnalmamberamofoja.com
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap Batik Tulis Mandiri Papua sebagai bagian penting dari pengembangan pariwisata berbasis budaya dan berkelanjutan.

Menurut Zita, penguatan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Budaya lokal dan ekonomi kreatif masyarakat harus menjadi fondasi utama agar pariwisata benar-benar memberi dampak langsung bagi warga setempat.

Baca juga: Dari Batik Papua hingga Danau Sentani, Kunjungan Zita Anjani Buka Harapan Baru Pariwisata Jayapura

 

Batik tulis Papua dinilai memiliki nilai strategis karena memuat identitas, cerita, dan kearifan lokal yang tidak dimiliki daerah lain. Produk ini juga dinilai mampu memperkaya pengalaman wisatawan yang datang ke Papua.

“Pariwisata yang kuat adalah pariwisata yang melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku, bukan sekadar penonton. Batik tulis Papua adalah contoh nyata kekuatan budaya yang hidup,” kata Zita Anjani.

Batik Tulis Mandiri selama ini dikenal aktif memberdayakan pengrajin lokal, khususnya perempuan Papua, melalui proses produksi batik tulis yang dikerjakan secara manual dan berkelanjutan.

Baca juga: Peringati Hari Batik Nasional, Amelia Ibo Toam Ajak Masyarakat Bangga Pakai Batik Papua

Selain menjaga kualitas dan keaslian motif, proses produksi batik ini juga memperhatikan aspek lingkungan serta pelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Zita berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat agar batik tulis Papua tidak hanya berkembang sebagai produk kerajinan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas pariwisata nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah berkomitmen mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas budaya, dan pemangku kepentingan lainnya agar potensi budaya Papua dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *