Foto: istimewa | Tampak Senator Indonesia asal Papua Pdt. David Harold Waromi, Sm.Th., ketika melaksanakan kunjungan kerja di Distrik Waris, kabupaten Keerom.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Anggota DPD RI sekaligus Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Papua, melakukan kunjungan kerja ke Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (27/5/2026).
Kehadiran Senator asal Papua tersebut disambut antusias oleh masyarakat adat dan para kepala suku di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG).
Dalam kunjungan tersebut, David Waromi bersama rombongan diterima langsung oleh Kepala Suku Besar Silvester Noof beserta sejumlah tokoh adat lainnya. Masyarakat adat bahkan memperlihatkan ratusan hektare lahan yang mereka miliki dan berharap dapat dimanfaatkan secara produktif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung sekitar perbatasan.
“Kami memiliki lahan yang luas dan siap dimanfaatkan. Harapan kami, tanah ini bisa menjadi sumber penghidupan yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat adat di wilayah perbatasan,” ujar Silvester Noof.
Menanggapi aspirasi tersebut, David Waromi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian petani Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP), agar tidak lagi bergantung pada tengkulak yang selama ini membeli hasil pertanian dengan harga rendah.
Menurutnya, Tani Merdeka hadir untuk memutus mata rantai ketergantungan tersebut dengan memberikan pendampingan kepada petani agar mampu mengolah, memasarkan, dan menentukan nilai jual hasil pertanian mereka secara mandiri.
“Kami ingin petani Papua menjadi petani yang benar-benar merdeka. Mereka harus bisa mengelola hasil kebun sendiri, menjual sendiri, dan menentukan harga sendiri sehingga memperoleh keuntungan yang layak,” tegasnya.
Selain itu, Tani Merdeka Papua juga akan fokus melakukan advokasi terhadap hak-hak petani, termasuk membantu pengurusan legalitas dan sertifikasi lahan adat agar masyarakat tidak kehilangan hak atas tanah ulayat yang dimiliki secara turun-temurun.
Tidak hanya itu, organisasi tersebut juga berkomitmen memperluas akses petani terhadap berbagai kebutuhan pertanian seperti benih unggul, pupuk, peralatan pertanian modern, hingga dukungan sistem irigasi yang memadai.

David Waromi menjelaskan bahwa pengembangan sektor pertanian di Papua harus dilakukan dengan pendekatan yang sesuai karakteristik alam setempat.
Karena itu, Tani Merdeka akan mendorong inovasi dan teknik pertanian yang menyesuaikan kondisi tanah dan iklim Papua, termasuk pengembangan pertanian organik yang ramah lingkungan dan minim penggunaan bahan kimia.
Di sisi lain, persoalan pemasaran hasil pertanian juga menjadi perhatian utama. Tani Merdeka akan berupaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani di daerah pedalaman agar produk mereka dapat menjangkau pasar perkotaan hingga peluang ekspor.
Pada akhir pertemuan, David Waromi menyampaikan pesan inspiratif yang diambil dari firman Tuhan dalam 1 Korintus 3:6, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.”
, Tani Merdeka hadir sebagai bagian yang “menyiram” dengan memberikan pendampingan, pelatihan, dan akses bagi para petani.
Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat Papua tidak hanya menjadi penonton di atas tanahnya sendiri, tetapi mampu menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi dan menjadi tuan atas kebun serta masa depan mereka sendiri.
Laporan: M. Irfan

















