Foto: istimewa | Tampak Barikade 98 saat aksi tolak kedatangan Mendagri di pintu masuk bandara Sentani, Selasa pagi (12/8).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Personel Polres Jayapura melakukan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar kelompok Barikade 98 di Jalan Bandara Sentani, Selasa (12/8) pagi. Aksi ini menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri RI ke Tanah Papua, yang dinilai bertepatan dengan momentum Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua.
Unjuk rasa dipimpin Ketua PW Papua Barikade 98, Yulianus Dwaa, SKM, dan diikuti sekitar 30 peserta. Massa membawa spanduk berisi tuntutan terkait netralitas ASN, TNI-Polri, dan penyelenggara Pemilu, serta menolak adanya intervensi terhadap proses demokrasi. Mereka juga mendesak pergantian Pj Gubernur Papua dan menegaskan perlunya pemimpin yang berpihak pada rakyat Papua.
Kapolres Jayapura, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., bersama Kabag Ops Polres Jayapura, AKP Suheriyono, S.Sos., M.H., dan jajaran Kapolsek Sentani memimpin langsung pengamanan. Personel gabungan Polres Jayapura, Polsek Sentani Kota, dan Polsek KP3 Bandara dikerahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Aksi dimulai pukul 06.40 WIT di simpang lampu merah Bandara Sentani. Namun sekitar pukul 08.30 WIT, massa mencoba bergerak masuk ke area bandara tanpa pemberitahuan, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan warga. Polisi kemudian meminta massa membubarkan diri demi kelancaran aktivitas masyarakat.
Kapolres Jayapura menegaskan pihaknya memberi ruang penyampaian pendapat di depan simpang lampu merah bandara meski tanpa pemberitahuan resmi, namun tidak akan membiarkan aksi yang mengganggu publik.
“Menyampaikan pendapat silakan, tapi jangan sampai mengganggu aktivitas orang lain. Sebagai Kapolres dan Anak Asli Jayapura, saya punya tanggung jawab menjaga Kamtibmas. Kalian jaga saya, saya pastikan jaga kalian,” tegas AKBP Umar Nasatekay.
Laporan: M. Irfan | rilis

















