Foto: istimewa | Bupati Mamberamo Raya Robby W. Rumansara, SP., MH bersama pimpinan PT. Belibis H. Misbahudin ketika penandatanganan MoU.
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mamberamo Raya mengecam tindakan PT. Belibis Papua Mandiri yang dianggap melanggar nota kesepahaman (MoU) terkait pengoperasian kapal laut ke wilayah Mamberamo.
PT. Belibis dinilai ingkar janji karena tidak mengoperasikan KM. Chantika Lestari 77 seperti yang telah disepakati bersama pemerintah daerah. Sebaliknya, kapal yang diberangkatkan ke Mamberamo Raya pada Rabu (16/7) adalah KM. Chantika Lestari 88.
“Kami tidak terima. Yang tertulis dalam MoU adalah KM. Chantika Lestari 77. Jangan seenaknya ganti kapal. Ini bentuk pelanggaran yang merugikan rakyat,” tegas Elias Basutey, Pimpinan Sementara DPRK Mamberamo Raya.
Menurut Elias, kapal KM. Chantika Lestari 77 dipilih karena memenuhi standar pelayanan dan kenyamanan yang dibutuhkan masyarakat. Penggantian kapal secara sepihak dianggap tidak etis dan melanggar asas transparansi.
DPRK meminta Bupati dan dinas terkait untuk segera bertindak. PT. Belibis harus dipanggil dan diminta menjelaskan alasan di balik keputusan sepihak itu.
“Kalau MoU dilanggar seenaknya, buat apa kita tandatangan? Ini soal komitmen dan tanggung jawab perusahaan terhadap pelayanan publik,” tegas Elias.
Senada disampaikan Anggota DPRK, Obed Korukweri, yang mempertanyakan alasan perubahan kapal secara tiba-tiba.
“Kami sebagai wakil rakyat merasa dibohongi. Tiba-tiba kapal yang diberangkatkan bukan yang disepakati. Ini mencederai kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Obed juga meminta manajemen PT. Belibis untuk tidak bermain-main dalam urusan pelayanan publik, karena hal ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga yang menggunakan transportasi laut ke Mamberamo Raya.
Keluhan juga datang dari penumpang. Salah satunya, Serly, warga tujuan Kasonaweja, mengaku kecewa dengan pergantian kapal.
“KM. Chantika 77 itu jauh lebih nyaman. Ada colokan listrik, waktu tempuh lebih cepat, dan fasilitasnya lebih bagus. Tiba-tiba diganti begitu saja tanpa pemberitahuan, kami kecewa,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT. Belibis Papua Mandiri belum memberikan penjelasan resmi terkait desakan DPRK dan keluhan warga atas pergantian kapal tersebut.
Laporan: Willy Awek
















