Foto: Irfan | Nampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., didampingi Ketua II PGGP sekaligus Ketua FKUB Papua Pdt. Lipiyus Biniluk, Ketua PGGJ Kab. Jayapura Pdt. Izak Randi Hikoyabi dan Ketua DPRK Jayapura Ruddy Bukanaung serta beberapa panitia Raker ketika menabuh Tifa, di Gedung GKI Soar Abeale, Sentani, Kamis (5/6).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., secara resmi membuka Rapat Kerja (Raker) I Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) Kabupaten Jayapura, Kamis (5/6/2025), di Gedung GKI Zoar Abeale, Pasar Lama Sentani.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan Tifa oleh Bupati Wonda bersama sejumlah tokoh gereja dan pemerintah daerah, antara lain Ketua FKUB Papua Pdt. Lipiyus Biniluk, Ketua DPRK Jayapura Ruddy Bukanaung, Ketua PGGJ Kabupaten Jayapura Pdt. Izak Randi Hikoyabi, dan Ketua Panitia Raker Pdt. Albert Suebu.
Dalam sambutannya, Bupati Wonda menekankan pentingnya menghapus ego sektoral di antara denominasi gereja. Ia menyoroti tantangan serius seperti meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura yang kini mendekati 5.000 kasus.
“Ini jadi tugas bersama. Gereja tidak boleh abai. Anak-anak muda di gereja harus diperhatikan, dibina, dan diselamatkan. Jika digandakan, angka itu bisa berdampak ke 10.000 jiwa. Kita tidak boleh diam,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mendukung program pembangunan, termasuk rencana pembangunan kantor sekretariat PGGJ.
“Kami siap bangun kantor PGGJ. Itu uang rakyat, dan pemerintah akan hadir untuk mendukung pekerjaan Tuhan,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan agar Raker I tidak menjadi ajang konflik, melainkan forum menyatukan visi demi kemajuan pelayanan gereja dan masyarakat.
“Persatuan yang mulai terbina ini jangan dirusak. Mari kita gunakan momentum ini untuk menyusun program yang membawa berkat bagi seluruh warga gereja,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PGGJ Kabupaten Jayapura Pdt. Izak Randi Hikoyabi menyebut Raker I menjadi tonggak awal konsolidasi 48 denominasi gereja di wilayah tersebut. Ia menegaskan sinergi antara gereja dan pemerintah sebagai fondasi utama pelayanan.
“Kami bergerak bersama pemerintah. Visi PGGJ sejalan dengan visi misi Pemda, dan akan diwujudkan lewat doa, kerja nyata, dan kolaborasi di semua sektor,” ujarnya.
Raker yang berlangsung dua hari, 5 – 6 Juni 2025, ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PGGJ Kabupaten Jayapura dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Anak Negeri Papua (ANP), sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan kelembagaan gereja.
Laporan: Irfan












