Foto: Irfan | Natalia Dessy Sulle saat diwawancarai disela-sela kegiatan Sosialisasi dan pelatihan Koperasi, Selasa (3/6).
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja — Anggota DPRK Jayapura, Natalia Desi Sulle, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Sosialisasi dan Pelatihan Manajemen Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digelar di Ballroom 6 Hotel Horex, Kota Sentani, Selasa (3/6/2025).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, mewakili Bupati Jayapura, Yunus Wonda. Hadir pula Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Hariyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Theopilus H. Tegai, serta para kepala distrik, kepala kampung, dan sekitar 60 peserta dari 10 koperasi di Wilayah Pembangunan I dan II.
Menurut Sulle yang juga anggota Komisi B DPRK Jayapura, Koperasi Merah Putih adalah program nasional yang strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menilai, kehadiran koperasi di tingkat kampung dan kelurahan akan membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mendukung langkah Dinas Koperasi dan UMKM dalam mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih. Koperasi ini bukanlah pesaing, melainkan mitra strategis dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Sulle yang akrab disapa NDS.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan, terutama di 139 kampung dan 5 kelurahan di wilayah tersebut. Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada pendampingan, pelatihan, serta pengelolaan yang profesional.
“Komisi B DPRK Jayapura siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan koperasi desa berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas politisi dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) itu.
NDS turut mengajak para kepala distrik dan kepala kampung untuk aktif mendorong pembentukan koperasi di wilayahnya masing-masing. Ia meyakini, koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari bawah jika dijalankan dengan benar.
“Prinsip dasar koperasi sudah dikenal masyarakat kita sejak lama. Sekarang tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya lewat program Koperasi Merah Putih agar mampu menjawab tantangan ekonomi saat ini,” tutupnya.
Laporan: Irfan

















