Suara dari Tribun: Saat Suporter Persipura Bergerak Demi Masa Depan Klub

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Istimewa / Suporter Persipura Mania, Jansen Kareth.

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Di tengah dinamika sepak bola Papua, suara dari tribun stadion menggema lebih keras dari biasanya. Bukan nyanyian kemenangan atau yel-yel membakar semangat, tetapi seruan para suporter Persipura Jayapura yang menginginkan perubahan nyata di tubuh manajemen klub.

banner 325x300

Mereka tak tinggal diam. Ketika nama Persipura ikut terseret dalam kisruh internal PSBS Biak, para pendukung “Mutiara Hitam” merasa gerah. Bagi mereka, Persipura adalah identitas, harga diri, dan kebanggaan yang tak boleh dicemarkan.

“Kami baca di media sosial ada yang bawa-bawa nama Persipura dalam konflik PSBS. Itu tidak etis. Kalau ada masalah, ya selesaikan di dalam. Jangan tarik-tarik nama kami,” tegas Wilson Samonsabra, Ketua Persipura Mania, saat ditemui Jumat, 16 Mei 2025.

Suara Wilson diamini banyak suporter lain, seperti John Ungirwalu. Baginya, menjaga nama baik antarklub adalah bentuk solidaritas antarpenikmat bola.

“Kita ini suporter, bukan provokator. Kalau ada masalah internal, jangan ribut di publik dan seret klub lain. Kita saling hormat dan jaga keharmonisan sesama penggemar sepak bola Papua,” ujar John.

Namun, suara-suara itu tak berhenti pada pembelaan nama baik semata. Ada harapan lebih besar yang ingin disampaikan: masa depan Persipura.

“Kalau memang ada orang-orang yang ingin bantu sepak bola Papua, kenapa tidak? Seperti Pak Owen dan ibu yang katanya punya niat baik, manajemen harus cepat bergerak. Sambut mereka,” kata Jansen Kareth, dengan nada penuh semangat.

Bagi Jansen dan ribuan suporter lainnya, hadirnya sponsor atau donatur baru bisa menjadi angin segar bagi Persipura yang dalam beberapa tahun terakhir terus berjuang untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Wilson pun menambahkan, “Kita tahu Persipura sudah didukung oleh Bank Papua dan Freeport. Tapi akan lebih baik kalau ada tambahan sponsor. Kenapa tidak? Pengurus harus lobi dari sekarang. Kalau bisa, ajak mereka duduk di manajemen juga.”

Di tengah minimnya prestasi dan tantangan finansial, suporter tetap menjadi fondasi paling loyal dari sebuah klub. Mereka tak hanya hadir di tribun, tapi juga menyumbang ide, kritik, dan bahkan solusi.

Karena bagi mereka, Persipura bukan sekadar klub bola. Persipura adalah simbol Papua yang tak boleh redup.

Laporan: Roy / rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *