Foto: Willy / Suasana ujian sekolah. Insert: Plt. Kadis Pendidikan Mamberamo Raya, Sergius Doromi, S.Pd.
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Dalam upaya membenahi kualitas pendidikan di Kabupaten Mamberamo Raya yang selama ini dinilai masih tertinggal, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Sergius Doromi, S.Pd., melakukan langkah strategis dengan memetakan wilayah pendidikan menjadi delapan zona.
Langkah ini dilakukan atas arahan langsung dari Bupati Mamberamo Raya, Roby Rumansara, sebagai bagian dari pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan di daerah yang dijuluki “Negeri Seribu Misteri, Sejuta Harapan” itu.

Wilayah tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk terbatasnya akses, minimnya tenaga pengajar, serta kurangnya sarana belajar.
Mamberamo Raya Dipetakan Jadi 8 Zona Pendidikan
“Beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di daerah ini tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Karena itu, setelah saya ditunjuk oleh Bapak Bupati menjadi Plt. Kepala Dinas Pendidikan, saya menjalankan arahannya untuk membagi Mamberamo Raya ke dalam delapan zona, yakni Zona Dabra, Sikari, Kustra, Kaso Meso, Trimuris, Poiwai, Gesha, dan Marikai. Setiap zona akan dibangun fasilitas pendidikan yang memadai dan dilengkapi tenaga pengajar yang cukup. Pengawasan juga akan diperkuat dengan mengaktifkan peran pengawas sekolah sebagai ujung tombak di lapangan,” jelas Sergius Doromi.
Ia menambahkan, pembagian zona dilakukan berdasarkan kondisi geografis dan persebaran sekolah di seluruh wilayah.

“Dengan pemetaan ini, distribusi guru akan lebih tepat, pengawasan mutu pendidikan menjadi lebih efektif, serta pengiriman sarana-prasarana dapat lebih sesuai kebutuhan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Pemetaan delapan zona tersebut mencakup seluruh distrik dari wilayah pesisir hingga pedalaman, dengan memperhitungkan akses transportasi, jumlah siswa, serta kebutuhan spesifik masing-masing wilayah.
Tak hanya itu, Doromi menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kinerja kepala sekolah dan guru, serta meningkatkan pelatihan bagi tenaga pendidik lokal.
“Kami ingin membangun sistem pendidikan yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kami akan meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian insentif berbasis zona. Zona yang paling terpencil akan mendapatkan insentif lebih besar dibandingkan yang berada di wilayah perkotaan, agar dapat memotivasi guru dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.
Komitmen Sergius Doromi Benahi Pendidikan
Doromi juga menyampaikan bahwa komitmennya untuk membenahi pendidikan di Mamberamo Raya terinspirasi dari nilai-nilai dalam Kitab Kejadian 9:13, mengenai janji Tuhan kepada Nuh setelah air bah surut, yang dilambangkan dengan pelangi.

“Saya percaya, pelangi adalah tanda perjanjian. Ketika saya melihat pelangi, saya makin yakin dengan komitmen saya untuk membenahi wajah pendidikan di negeri ini yang sempat redup. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan insan pendidikan di Mamberamo Raya untuk bersatu dan bergandengan tangan membangun dunia pendidikan. Saya sadar banyak keterbatasan, tetapi jika kita bersatu, saya yakin pendidikan di Mamberamo akan lebih maju,” pungkasnya.
Melalui kebijakan zonasi ini, diharapkan wajah pendidikan di Mamberamo Raya akan mengalami perubahan positif, dan generasi muda setempat bisa memperoleh hak pendidikan yang layak dan merata.
Laporan: Willy

















