Foto: istimewa / Nampak kondisi rumah yang dilalap si jago merah, di BTN Matoa Sentani, (10/4).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Sebuah insiden kebakaran kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik rumah tangga.
Dua unit rumah di Perumahan BTN Matoa, Jalan Raya Sentani, Kabupaten Jayapura, dilalap si jago merah pada Kamis pagi (10/4), sekitar pukul 10.00 WIT.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai setengah miliar rupiah.
Menurut keterangan AKP Heri Wicahya, Wakapolsek Sentani Kota, api pertama kali terlihat di ruang keluarga rumah milik Asti (51), seorang ibu rumah tangga.
Saat kejadian, Asti sedang mandi dan mendapat laporan dari cucunya yang melihat percikan api di dalam rumah. Dalam hitungan menit, api menyebar cepat dan menghanguskan seluruh isi rumah.
“Saat keluar dari kamar mandi, kondisi rumah sudah penuh asap dan api membesar. Ibu Asti dan cucunya langsung menyelamatkan diri ke luar rumah, namun tidak sempat membawa barang-barang berharga,” jelas AKP Heri.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal menunjukkan korsleting listrik dari stopkontak di ruang keluarga sebagai pemicu.
Tim dari Unit Identifikasi Satreskrim Polres Jayapura telah diturunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Peristiwa ini menjadi cermin penting bagi masyarakat, terutama dalam memastikan keamanan instalasi listrik di rumah.
Penggunaan kabel ekstensi atau colokan bertumpuk yang tidak sesuai standar kerap menjadi penyebab utama kebakaran rumah tangga.
Pentingnya Edukasi Keselamatan Rumah Tangga
Kebakaran yang terjadi di BTN Matoa menegaskan pentingnya edukasi keselamatan di tingkat rumah tangga. Banyak rumah masih belum dilengkapi dengan alat pemadam api ringan (APAR) atau detektor asap. Padahal, dua alat tersebut bisa menjadi penolong pertama yang sangat krusial saat api mulai muncul.
Selain itu, masyarakat perlu memahami pentingnya memeriksa instalasi listrik secara berkala dan tidak sembarangan menggunakan peralatan elektronik, khususnya yang menyala terus menerus tanpa pengawasan.
Tanggung Jawab Bersama: Pemerintah dan Masyarakat
Peristiwa ini diharapkan menjadi refleksi bersama, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Sosialisasi rutin tentang bahaya kebakaran dan langkah-langkah pencegahan perlu terus dilakukan, termasuk pelatihan penanganan kebakaran skala kecil di permukiman.
Dua rumah boleh hangus, tapi jangan sampai kejadian serupa terus berulang karena kelalaian yang bisa dicegah. Waspada dan antisipasi sejak dini adalah kunci untuk menjaga keselamatan keluarga dan harta benda.
Laporan: Irfan / rilis

















