Wabup Kevin Totouw: Bantuan Studi Masih Diproses, Mahasiswa Diminta Tenang

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Willy / Nampak Wakil bupati Mamberamo Raya

Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Wakil Bupati Mamberamo Raya, Kevin Totouw, S.IP, meminta mahasiswa asal Mamberamo Raya yang tengah menempuh pendidikan di Jayapura maupun daerah lain di Indonesia untuk bersabar dan tidak melakukan aksi tambahan terkait penyaluran bantuan studi.

banner 325x300

Hingga kini, bantuan tersebut belum bisa dicairkan karena masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah daerah.

Menurut Kevin Totouw, pencairan dana bantuan studi bergantung pada Peraturan Bupati (Perbup) yang saat ini masih dalam proses penyusunan oleh Bagian Hukum.

Regulasi ini diperlukan sebagai dasar hukum agar bantuan dapat disalurkan secara transparan dan sesuai prosedur.

“Pemerintah daerah memahami kebutuhan mahasiswa, namun pencairan dana bantuan harus mengikuti aturan yang berlaku. Kami ingin memastikan bahwa penyaluran dilakukan dengan tepat dan tidak menyalahi ketentuan administrasi,” ujar Kevin Totouw, Kamis (20/3), usai meresmikan penggunaan ATM Bank Papua di Burmeso.

Wabup menegaskan bahwa anggaran untuk bantuan studi sudah dialokasikan. Namun, pencairannya baru bisa dilakukan setelah Perbup selesai dan disahkan oleh Bupati.

“Saya dan Bupati telah memanggil Sekda serta Kabag Keuangan untuk memastikan dana tersebut tersedia. Namun, dana ini tidak bisa dicairkan tanpa dasar hukum yang jelas agar pembayarannya tepat sasaran,” tegasnya.

Dok ist/ Jorgen Tawane bersama mahasiswa asal kabupaten Mamberamo Raya di Asrama Perumnas 1 Waena, Senin, (9/9).

Masih Menunggu Data Penerima Bantuan

Terkait jumlah mahasiswa penerima bantuan tahun ini, Kevin Totouw mengaku belum menerima data pasti. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengundang OPD terkait guna memastikan data penerima bantuan studi dan bantuan sosial lainnya agar penyalurannya lebih tepat.

Ia juga mengingatkan bahwa bantuan studi bukan beasiswa, sehingga pemberiannya bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

Saat ini, Mamberamo Raya mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp148 miliar akibat kebijakan nasional, yang berpotensi berdampak pada bantuan studi mahasiswa.

“Saya minta mahasiswa tetap tenang dan fokus kuliah. Kami sedang berupaya agar bantuan ini bisa disalurkan. Namun, jika kondisi anggaran tidak memungkinkan, ada kemungkinan bantuan ini ikut terdampak. Oleh karena itu, saya harap tidak ada aksi tambahan. Berikan kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

Laporan: Willy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *