Foto: istimewa / Robby Rumansara saat berikan sambutan usai Penetapan DPRK, (10/2)
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya di tahun 2025. Seiring dengan kebijakan efisiensi belanja negara yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, sejumlah daerah di Indonesia mengalami pengurangan anggaran, termasuk Mamberamo Raya.
Bupati Mamberamo Raya, Robby Wilson Rumansara, mengungkapkan bahwa kebijakan ini berdampak pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur di daerahnya.
Dari total APBD awal sebesar Rp1,1 triliun, terjadi pemotongan sekitar Rp148 miliar, sehingga anggaran tersisa sekitar Rp999 miliar.
“Kami memahami bahwa ini bagian dari kebijakan nasional, tetapi tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Kita harus memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan sesuai dengan visi-misi lima tahun ke depan,” ujar Bupati Robby dalam keterangannya, Senin (10/2/2025).
Dengan keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya kini harus melakukan rasionalisasi terhadap belanja daerah. Bupati Robby menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan anggaran yang tersedia tetap diarahkan untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat, tanpa mengorbankan program prioritas.
“Kami tidak ingin pemangkasan ini menghambat pembangunan. Oleh karena itu, kami akan mengoptimalkan anggaran yang ada, memastikan efisiensi dalam setiap pos belanja, dan berupaya agar proporsi anggaran pembangunan tetap lebih besar dibandingkan belanja aparatur,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan DPRK serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencari solusi terhadap kekurangan pembiayaan.
Salah satu langkah yang akan diambil adalah menyusun data pendukung untuk diajukan ke pemerintah pusat guna mendapatkan tambahan anggaran atau program khusus.
Di luar persoalan fiskal, Bupati Robby juga menyoroti pentingnya rekonsiliasi pasca-Pilkada.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pendukung calon lain, untuk bersatu membangun Mamberamo Raya.
“Pilkada sudah selesai, saatnya kita bersatu. Semua pihak, baik dari pasangan nomor 2, 3, maupun 4, adalah bagian dari masyarakat Mamberamo Raya. Pemerintahan ini hadir untuk semua, bukan hanya untuk mereka yang memilih kami,” katanya.
Ia juga meminta para kandidat yang tidak terpilih untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di masyarakat.
Menurutnya, stabilitas sosial sangat penting agar pemerintahan dapat berjalan efektif dan fokus pada pembangunan.
“Mari kita hargai seluruh proses yang telah berlangsung, dari KPU hingga putusan Mahkamah Konstitusi. Sekarang, tanggung jawab kita adalah memastikan Mamberamo Raya bergerak maju tanpa perpecahan,” pungkasnya.
Dengan tantangan fiskal yang ada, strategi pemangkasan anggaran yang dilakukan Pemda Mamberamo Raya menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan pembangunan.
Kini, masyarakat menanti bagaimana langkah konkret pemerintah daerah dalam mewujudkan komitmen tersebut.
Laporan: Nappy

















Tetap semangat Krn merintis segalah sesuatu awalnya rumit percayalah Tuhan selalu menyertai anak bupati & adik wakil terkasih Amin.
Amen trimakasih, Tuhan berkati 😇