Apolos Sroyer Tegaskan Babe Syowi dan Babe Oser Saat Temui Warga Biak di Mamberamo Raya

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Apolos Sroyer Kepala Suku Byak (Manfun Kawasa Byak) ketika dijemput di Kasonaweja, ketika berkunjung ke Mamberamo Raya. 

Kasonaweja, jurnalmamberamofoja.com – Suasana penuh kekeluargaan dan nuansa adat mewarnai penyambutan Kepala Suku Besar Byak atau Manfun Kawasa Byak, Apolos Sroyer, saat melakukan kunjungan adat ke wilayah Bar Mamberamo Raya, Kabupaten Mamberamo Raya.

banner 325x300

Kedatangan Apolos Sroyer disambut hangat oleh masyarakat Suku Biak atau Sup Byaki yang menetap di wilayah tersebut. Prosesi adat penjemputan berlangsung khidmat dengan ritual injak piring dan pengalungan bunga sebagai simbol penghormatan kepada tamu adat yang dituakan dan dihargai.

Dalam rilis resmi yang diterima media ini, Sabtu malam (16/5/2026), antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, orang tua, pemuda hingga anak-anak, berbondong-bondong hadir menyambut pimpinan tertinggi masyarakat adat Biak tersebut.

Apolos Sroyer mengatakan, kunjungan adat itu menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga Biak di tanah perantauan sekaligus memperkuat identitas budaya dan persatuan masyarakat Biak di Kabupaten Mamberamo Raya.

“Pertemuan adat ini menjadi ruang mempererat silaturahmi, meneguhkan kembali jati diri budaya, serta memperkuat persatuan masyarakat Biak yang kini menetap di Mamberamo Raya,” ujarnya.

Selain bersilaturahmi, Manfun Kawasa Byak juga melakukan konsolidasi adat serta agenda pelantikan kepala suku atau Manwir Biak wilayah Mamberamo Raya.

Baca juga: Padi Gogo dan Kopi Ditanam Perdana, Sinyal Kuat Kebangkitan Pertanian Biak Numfor

Dalam kunjungan tersebut, Apolos Sroyer turut menekankan sejumlah poin penting terkait keberlangsungan masyarakat adat Biak di perantauan. Ia mengajak generasi muda untuk tetap memahami sejarah leluhur, asal-usul keret atau marga, serta menjaga tatanan adat warisan nenek
moyang.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan pentingnya menjaga tanah adat dan kelestarian alam dari eksploitasi sepihak demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Kita suku Byak tetap hidup berpedoman pada pesan leluhur tentang Babe Syowi dan Babe Oser, yakni saling menyayangi, kebersamaan dan persatuan. Nilai-nilai ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada anak cucu kita,” tegas Sroyer.

Ia juga mengingatkan masyarakat Biak di wilayah pesisir maupun pedalaman Mamberamo Raya agar tetap hidup rukun, menjaga persatuan, dan membangun hubungan harmonis bersama suku-suku lokal pemilik hak ulayat.

Sekadar diketahui, dalam struktur adat Kankain Karkara Byak, kepemimpinan adat terbagi dalam beberapa tingkatan. Manfun Kawasa Byak merupakan pemimpin tertinggi masyarakat adat Biak secara keseluruhan.

Sementara Mananwir Eba memimpin wilayah adat tertentu, dan Mananwir Mnu bertugas sebagai kepala adat di tingkat kampung yang menangani persoalan masyarakat sehari-hari.

Laporan: Roy Hamadi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *