Padi Gogo dan Kopi Ditanam Perdana, Sinyal Kuat Kebangkitan Pertanian Biak Numfor

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Yamander | Suasana penanaman perdana padi gogo dan kopi yang diinisiasi Kelompok Tani Sendaro di Kampung Makmakerbo, Distrik Oridek, Biak Numfor, Rabu (18/3).

banner 325x300

Biak Numfor, jurnalmamberamofoja.com – Langkah nyata menuju kemandirian pangan mulai terlihat dari Kampung Makmakerbo, Distrik Oridek. Kelompok Tani Sendaro tampil sebagai pelopor dengan menggelar penanaman perdana padi gogo dan kopi, sekaligus menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor pertanian lokal di Kabupaten Biak Numfor.

Inisiatif ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor karena dinilai sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong swasembada pangan, sebagaimana tertuang dalam program prioritas pemerintah pusat.

Dorongan tersebut juga terus digaungkan oleh Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, yang menekankan pentingnya inovasi petani dalam mengembangkan komoditas unggulan daerah.

Pemerintah berharap sektor pertanian tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor pun tampak dalam kegiatan ini. Tim Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian RI bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Biak Numfor turun langsung mendampingi Kelompok Tani Sendaro dalam penanaman di lahan adat Marga Arfayan, Rabu (18/3/2026).

Baca juga::Pemkab Jayapura Tanam 645 Bibit Kopi Arabika: Bupati Ingatkan Jangan Tanam Lalu Ditinggal

Plt Kepala Bidang Tanaman dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Biak Numfor, Tonny Rumaropen, yang mewakili Bupati, menegaskan bahwa program ketahanan pangan nasional saat ini fokus pada pengembangan komoditas strategis seperti padi dan kopi, tanpa mengabaikan potensi lokal di masing-masing daerah.

Ia menyebut, keberanian Kelompok Tani Sendaro menjadi pionir patut diapresiasi dan diharapkan mampu menginspirasi kelompok tani lain untuk ikut bergerak.

“Ketahanan pangan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak, dan hari ini kita melihat contoh nyata dari kolaborasi itu,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Rumaropen, juga telah menyiapkan dukungan melalui subsidi bagi petani pada tahun 2026, termasuk pemanfaatan kartu tani untuk mempermudah distribusi hasil produksi ke pasar.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian RI di Biak Numfor, Wellem Dimara, menilai penanaman perdana ini sebagai momentum penting untuk membangkitkan semangat petani, khususnya di Distrik Oridek.

Ia berharap ke depan seluruh kebutuhan kelompok tani dapat didata secara sistematis sehingga bisa diperjuangkan hingga ke tingkat pusat.

Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Sendaro, Yohan Arfayan, mengungkapkan bahwa pemilihan komoditas padi gogo dan kopi didasarkan pada kebutuhan masyarakat serta peluang pasar yang menjanjikan.

Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergantung pada beras menjadi alasan utama pengembangan padi gogo secara berkelanjutan.

Baca juga: Tiang Listrik Baru Terpasang di Jalur Tengah Bakribo, Warga Puji Respons Cepat PLN UP3 Biak

Saat ini, penanaman dilakukan di lahan milik keluarga Arfayan seluas satu hektar untuk masing-masing komoditas. Namun, potensi pengembangan masih terbuka lebar.

“Kalau pemerintah daerah bisa bantu alat dan bibit, kami siap kembangkan hingga 100 hektar,” tegasnya optimistis.

Gerakan kecil dari Kampung Makmakerbo ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya sentra-sentra pertanian baru, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan di Biak Numfor.

Laporan: Yamander Yansenem

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *