Foto: istimewa | Tampak Bupati Robby Rumansara, SP., MH., Terima laporan dari ketua kelas, di sela penutupan prajabatan CPNS, PPPK dan THK2 di Burmeso, Sabtu (18/4).
Burmeso, jurnalmamberamofoja.com – Perubahan sikap dan mental peserta menjadi sorotan utama dalam penutupan Diklat Prajabatan CPNS dan orientasi PPPK di Kabupaten Mamberamo Raya, Sabtu (18/4/2026).
Bupati Mamberamo Raya, Robby Rumansara, secara khusus memuji transformasi para peserta yang dinilainya mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam hal kepercayaan diri dan kedisiplinan.
Ia mencontohkan perubahan tersebut dari cara penyampaian laporan ketua kelas. Saat pembukaan, laporan disampaikan dengan nada pesimis, namun pada penutupan berubah menjadi tegas dan penuh keyakinan.
“Perubahannya sangat terlihat. Saya sampai berpikir ini seperti dari batalyon,” ungkap bupati sambil tersenyum, disambut sorak peserta prajabatan.

Baca juga: 493 ASN Baru Lulus, Bupati Rumansara: Jangan Jadi Penonton di Daerah Sendiri!
Menurut Robby, perubahan ini tidak terlepas dari peran para pelatih, termasuk dukungan dari Brimob Polda Papua yang turut memberikan pembinaan disiplin kepada peserta.
Ia menegaskan, meskipun ASN tidak memegang senjata seperti aparat keamanan, mereka memiliki tugas yang tidak kalah penting, yakni melayani masyarakat dan mengatasi berbagai persoalan daerah.
“Kalau aparat perangi ancaman keamanan, ASN harus perangi kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan,” katanya.
Bupati juga mengingatkan bahwa status sebagai ASN bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh peserta memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan daerah serta mendukung visi dan misi pemerintah daerah.
“Harapan masyarakat ada di pundak kalian. Jangan sia-siakan kesempatan ini,” ujarnya.

Baca juga: Prajabatan Perdana di Burmeso, Bupati Robby: ASN Harus Setia Mengabdi
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Papua, Emanuel Korey, S.Sos.,M.Si., menyampaikan bahwa seluruh peserta telah dibekali dengan nilai-nilai dasar ASN selama pelatihan.
Materi yang diberikan mencakup pemahaman tugas, etika pelayanan publik, serta tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Ia juga memastikan bahwa sertifikat kelulusan telah selesai diproses dan akan segera diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dibagikan kepada peserta.
Perwakilan peserta, Markus Naftali Meop, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah daerah atas pelaksanaan diklat yang dinilai sangat bermanfaat.
“Kami merasa dibentuk, bukan hanya diajar. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk bekerja dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak peserta yang sebelumnya merupakan tenaga honorer dan telah lama mengabdi, sehingga pelatihan ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kapasitas diri.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi ASN yang profesional, disiplin, dan berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Mamberamo Raya.
Laporan: Roy Hamadi

















