Pomnas XIX Jadi Modal Papua Hadapi Palembang 2027 dan Bidik Tuan Rumah 2029

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Atlet Pomnas Papua Fanny Tabuni meraih Perunggu di nomor lari 10.000 meter putri foto bersama usai menerima medali, di Semarang. 

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Perjuangan Kontingen Papua di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX tahun 2025 di Semarang resmi berakhir, Jumat (26/9).

Meski datang dengan jumlah atlet terbatas, Papua tetap mampu menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang empat medali dari cabang olahraga atletik.

Ketua tim sekaligus ketua rombongan, Kristian Hamadi, menjelaskan bahwa Bapomi Papua hanya mengirimkan 36 atlet untuk turun di delapan cabang olahraga dari total 17 cabang yang dipertandingkan.

Keterbatasan anggaran membuat Papua tidak bisa mengirim kekuatan penuh, namun semangat juang para atlet tidak pernah surut.

Empat medali berhasil dipersembahkan dari cabang atletik. Medali perak pertama diraih oleh Eqman Yance Kafiar di nomor lari 400 meter putra.

Sementara dua medali lainnya datang dari nomor tolak peluru dan lontar martil putri melalui Elisabeth. Tambahan perunggu diraih Vanny Tabuni di nomor lari 10.000 meter putri.

“Jika dibandingkan Pomnas dua tahun lalu di Banjarmasin, kali ini hasilnya jauh lebih baik. Dulu Papua hanya mendapat satu perunggu, tetapi sekarang bisa pulang dengan empat medali. Ini sebuah peningkatan,” ujar Kris Hamadi melalui pesan singkat.

Lebih jauh, Kris yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi, Umum dan Keuangan Universitas Cendrawasih ini menegaskan bahwa capaian tersebut diharapkan menjadi modal berharga bagi Papua untuk menghadapi Pomnas XX di Palembang tahun 2027. Papua juga tengah mempersiapkan diri apabila terpilih sebagai tuan rumah Pomnas 2029 mendatang.

Sementara itu, official tim, Daniel Dawan, menekankan pentingnya konsistensi latihan para atlet.

Daniel harap setelah kembali ke Papua, para mahasiswa-atlet tetap aktif mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Menurutnya, cabang olahraga seperti basket, atletik, renang, karate, bulu tangkis, dan futsal perlu terus diberi ruang untuk berkembang.

“Ke depan juga akan ada turnamen antar fakultas dalam rangka Dies Natalis Universitas Cenderawasih (Uncen). Ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding,” jelas Daniel.

Menutup keterangannya, ia menyampaikan rasa syukur atas dukungan doa dan semangat dari masyarakat Papua.

“Terima kasih untuk doa restu semua pihak. Salam sehat untuk kita semua, Tuhan memberkati,” pungkasnya.

Laporan: Sony Rum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *