Foto: Irfan | Nampak Yorem B. Wanimbo, S.Si, MM., Plt Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Jayapura.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mencatat jumlah Orang Asli Papua (OAP) di wilayah tersebut mencapai sekitar 154 ribu jiwa dari total populasi kurang lebih 256 ribu penduduk.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dukcapil Kabupaten Jayapura, Yorem B. Wanimbo, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil pendataan terbaru yang masih terus diperbarui secara bertahap.
“Jumlah OAP saat ini sekitar 154 ribu lebih. Namun ini masih data sementara karena proses pemutakhiran masih berjalan,” ujarnya di Sentani, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Gangguan Sinyal Tak Halangi Dukcapil Perbaharui Data Warga
Ia menjelaskan, pembaruan data difokuskan pada triwulan kedua tahun 2026, termasuk penyesuaian data penduduk yang telah meninggal dunia. Meski sebagian sudah dikeluarkan dari sistem, masih terdapat data yang dalam proses verifikasi.
“Sebagian sudah kami keluarkan, sebagian lainnya masih dalam proses. Jadi data ini akan terus diperbaiki agar lebih akurat,” katanya.
Menurut Wanimbo, akurasi data OAP menjadi sangat krusial karena berkaitan langsung dengan implementasi kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, terutama dalam penyaluran bantuan sosial dan program pemerintah.
Ia mengakui, selama ini masih ditemukan ketidaktepatan sasaran bantuan akibat data yang belum sepenuhnya valid. Karena itu, Dukcapil kini mendorong pendataan yang lebih rinci hingga ke tingkat distrik dan kampung.
Dengan pembaruan data yang lebih komprehensif, pemerintah berharap distribusi bantuan dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat OAP secara adil dan merata.
“Hasil pendataan ini nantinya akan masuk dalam data triwulan kedua dan menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan ke depan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat distrik hingga kampung, untuk mendukung proses pendataan agar menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Laporan: M. Irfan

















