Foto: Willy | Tampak kondisi Gereja GKI Jemaat Bethel di Kampung Warembori, (insert) Dony Pateh, Wakil Ketua I DPRK Mamberamo Raya saat Reses, Senin (4/8).
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Bethel Warembori, Distrik Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, sudah 13 tahun menantikan rumah ibadah yang layak.
Sejak peletakan batu pertama pada 2013, bangunan gereja permanen yang diidamkan belum juga terwujud. Hingga kini, ibadah masih dilakukan di gedung lama yang nyaris tak layak pakai.
Atap bocor, dinding rapuh, dan lantai yang tidak rata menjadi risiko harian, apalagi saat hujan dan angin kencang datang. Jemaat tetap bertahan, meski harus beribadah dalam kondisi serba terbatas.
Ketua Jemaat GKI Bethel, Vicaris Stela Umalang, bersama Majelis Jemaat Yan Samber, menyampaikan bahwa harapan terbesar mereka adalah perhatian nyata dari pemerintah dan sinode gereja.
“Sudah 13 tahun kami beribadah di tempat yang sama. Kami rindu rumah Tuhan yang kuat dan nyaman. Kami terus doakan dan gumuli agar pembangunan gereja baru bisa diselesaikan,” ujar Yan Samber, Senin (4/8), di Warembori.
Lebih dari sekadar kenyamanan, gereja yang representatif juga penting untuk pembinaan iman generasi muda.
Harapan jemaat ini akhirnya mendapat angin segar. Wakil Ketua I DPRD Mamberamo Raya, Doni Pateh, saat reses di Kampung Warembori pada Senin (4/8), melihat langsung kondisi bangunan gereja yang memprihatinkan.
Politisi Partai Perindo itu berjanji akan memperjuangkan aspirasi jemaat lewat pokok pikiran (Pokir) DPRD agar bisa masuk dalam APBD 2026.
“Pembangunan gereja ini harus jadi prioritas. Bukan hanya untuk kenyamanan, tapi juga sebagai sarana pendidikan rohani bagi anak-anak. Kami akan kawal usulan ini agar masuk dalam APBD 2026,” tegas Dony.

Kini, jemaat hanya bisa berharap janji tersebut benar-benar terealisasi. Mereka ingin segera meninggalkan gereja tua yang rapuh, dan beribadah di rumah Tuhan yang kokoh dan aman.
Laporan: Willy Awek

















