Yakonias Wabrar: Kalau Semua Kepala Daerah Seperti Piter, Papua Induk Akan Kuat

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Yakonias Wabrar bersama Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP. 

Arso, jurnalmamberamofoja.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Keerom berlangsung penuh syukur dan kebersamaan.

banner 325x300

Momentum ini mempertemukan masyarakat, tokoh adat, pemerintah, hingga tamu undangan dalam satu semangat persatuan di halaman Kantor Distrik Arso Timur, Minggu, 12 April 2026.

Suasana perayaan tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna. Keerom kembali ditegaskan sebagai wilayah strategis yang menjadi wajah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia di perbatasan Papua.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, ST., saat membacakan sambutan Gubernur Papua, menekankan pentingnya posisi Keerom dalam pembangunan regional.

“Keerom adalah beranda terdepan Indonesia. Pembangunan di wilayah ini tidak hanya penting bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi kemajuan Provinsi Papua secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menegaskan, arah pembangunan Keerom harus sejalan dengan visi transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, serta menjaga keseimbangan sosial dan budaya.

Menurutnya, akses pendidikan yang merata menjadi kunci dalam membangun Keerom yang lebih maju di masa depan.

“Di usia ke-23 ini, Keerom diharapkan semakin matang dalam tata kelola pemerintahan, kuat secara ekonomi, dan kokoh menjaga persatuan di wilayah perbatasan,” tambahnya.

Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP
Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP.

Baca juga: Sapu Bersih 3 Laga Persiker Keerom di Puncak, Piter Gusbager Waspadai Penurunan Fisik Pemain

Sementara itu, Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan selama ini.

“Kami berbahagia merayakan 23 tahun di negeri tapal batas. Dari lokasi ini, hanya sekitar lima kilometer menuju garis perbatasan negara,” ujarnya.

Ia memaparkan, Kabupaten Keerom memiliki luas sekitar 9.365 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 70 ribu jiwa dan diperkirakan terus bertambah hingga 80 ribu jiwa tahun ini.

Wilayah Keerom terbentang dari pesisir utara Samudera Pasifik hingga kawasan Pegunungan Bintang di selatan, menjadikannya daerah dengan potensi geografis yang besar sekaligus menantang.

Dalam refleksi kepemimpinannya, Piter juga mengungkap perjalanan delapan tahun membangun Keerom, sejak menjabat wakil bupati hingga dua periode sebagai bupati.

Baca juga: Tak Terkalahkan di Liga 4, Persiker Keerom Persembahkan Gelar Juara untuk HUT ke-23

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Waris yang telah
mendapat persetujuan pemerintah pusat.

“Ini akan menjadi penguatan posisi Keerom sebagai wilayah perbatasan yang strategis,” katanya.

Apresiasi datang dari Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Tabi, Yakonias Wabrar. Ia menilai kepemimpinan Piter Gusbager sebagai representasi kuat anak adat yang berhasil membawa perubahan nyata.

Menurut Wabrar, Piter menunjukkan karakter pemimpin yang tidak melupakan jasa para perintis pembangunan daerah.

“Ini jarang dilakukan. Memberi penghargaan langsung kepada para peletak dasar pemerintahan, baik TNI-Polri maupun ASN, adalah bentuk kepemimpinan yang beretika,” ujarnya.

Ia juga menyoroti langkah konkret Bupati Keerom yang mengangkat lebih dari 200 tenaga honorer Orang Asli Papua (OAP) menjadi aparatur sipil negara, serta memberikan insentif kepada tokoh adat.

Langkah tersebut dinilai sebagai bukti nyata keberpihakan negara kepada masyarakat adat.

“Kalau semua kepala daerah di Papua melakukan hal yang sama, maka Papua akan semakin kuat. OAP harus menjadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.

Perayaan HUT ke-23 ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan Keerom sebagai daerah perbatasan yang terus bertumbuh, memperkuat identitas, dan menatap masa depan dengan optimisme.

Laporan: Andre Fonataba

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *