Foto: istimewa | Wartawan Papua

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Keberpihakan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terhadap wartawan Orang Asli Papua (OAP) dinilai masih sangat minim.
Sorotan ini datang dari seorang wartawan senior Papua yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua.
Baca juga: Sesi Wawancara Memanas, Sopir Pj Bupati Tarik Baju Wartawan
Ia menilai, dalam upaya mendukung sekaligus mempublikasikan kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, pemerintah daerah justru lebih banyak melibatkan wartawan non-OAP.
Kondisi tersebut, menurutnya, sangat kontras jika dibandingkan dengan masa kepemimpinan almarhum Gubernur Lukas Enembe, yang dinilai lebih memberi ruang dan kepercayaan kepada wartawan asli Papua.
“Kasih yang menembus perbedaan itu belum terlihat. Contoh sederhana, wartawan yang dipakai untuk membekap kinerja pimpinan daerah bukan wartawan Orang Asli Papua,” ujarnya.
Padahal, lanjut dia, banyak jurnalis OAP yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak profesional yang tidak kalah bersaing.
Kurangnya perhatian ini dinilai bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut komitmen keberpihakan terhadap sumber daya manusia Papua di sektor pers.
“Ini sangat disayangkan. Perhatian terhadap wartawan Orang Asli Papua masih sangat minim,” pungkasnya.
Laporan: Sony Rumainum

















