Foto: istimewa | Tampak ribuan pelaku UMKM turut memadati kantor gubernur Papua untuk didata dan mengikuti Ibadah Syukur dan Pesta Rakyat, (insert) Walikota Abisai Rollo, SH.,MH Kamis (30/10).

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Suasana penuh sukacita diperkirakan akan mewarnai kawasan Kantor Gubernur Papua pada Kamis (30/10), saat ribuan warga tumpah ruah mengikuti Ibadah Syukur dan Pesta Rakyat.
Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan dan ucapan syukur atas berbagai capaian pembangunan, sekaligus merayakan pelantikan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Alberto Rumaropen oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Pemerintah Kota Jayapura menyambut momentum ini dengan penuh antusias, namun tetap mengingatkan warga agar menjaga kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Pesan itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Jayapura Abisai Rollo ,SH.,MH., yang menegaskan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kenyamanan bersama.
“Kita semua bersyukur untuk berkat dan kemajuan Papua, tetapi jangan lupa menjaga kebersihan dan ketertiban. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik dan ludah pinang yang sering mencemari lingkungan,” Pesan Walikota.
Pesta rakyat kali ini diperkirakan menghadirkan ribuan pengunjung dari berbagai distrik di Kota Jayapura. Selain ibadah syukur, acara juga akan dimeriahkan oleh penampilan seni budaya, hiburan musik, dan bazar kuliner lokal yang menampilkan cita rasa khas tanah Papua.
Sejumlah pelaku UMKM yang terdaftar pun turut ambil bagian dengan menyediakan hidangan gratis bagi masyarakat, sebagai wujud partisipasi dan rasa syukur bersama.
Menariknya, kegiatan juga diisi dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), di mana para tokoh gereja akan membawakan pesan-pesan rohani dan penguatan iman, agar pesta rakyat tidak hanya bernuansa hiburan, tetapi juga menjadi wadah refleksi spiritual bagi warga Jayapura.

Untuk memastikan jalannya kegiatan tetap aman dan tertib, Pemkot Jayapura telah mengerahkan petugas gabungan dari Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta aparat kepolisian dan TNI.
Mereka akan disebar di sejumlah titik strategis guna mengatur arus pengunjung, mengawasi kebersihan area, serta mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Menurut pihak panitia, kegiatan ini bukan hanya selebrasi politik, melainkan juga momen persatuan masyarakat Papua untuk menatap masa depan dengan semangat baru.
“Kami ingin pesta rakyat ini menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi Tanah Papua,” kata salah satu panitia acara.
Pemerintah berharap momentum ini dapat memperkuat kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan dan menciptakan suasana kota yang aman, nyaman, serta bersih.
Lebih dari sekadar pesta, kegiatan ini diharapkan menjadi refleksi kebersamaan antara pemerintah dan rakyat dalam membangun Kota Jayapura yang lebih baik.
Laporan: Sony Rumainum







