Foto: istimewa / Rafael Sembor, Tokoh pemuda Sarmi
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Tokoh Pemuda Sarmi, Rafael W. Sembor, mengkritik sikap pasangan calon (Paslon) Dominggus-Jumriati (DJ) dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada.
Ia menilai bahwa paslon tersebut mencoba memanfaatkan ruang sidang untuk kepentingan politik yang tidak relevan dengan proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya melihat ada upaya membawa kebiasaan berkampanye ke dalam persidangan MK, padahal ada aturan dan etika yang harus dihormati.
Sudah bukan waktunya lagi mencari momen seperti itu. Seharusnya, yang dilakukan adalah memberikan edukasi yang baik agar tidak merugikan pihak lain,” ujar Rafael saat dihubungi Indotimur, Kamis (30/1).
Rafael menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi merupakan lembaga yang independen dan memiliki aturan yang jelas dalam menyikapi dinamika demokrasi.
Ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilkada akan mendapatkan sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.
“MK adalah tempat untuk mempertanggungjawabkan proses demokrasi, bukan untuk kepentingan lain. Semua pihak harus fokus pada aturan main yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Rafael berharap MK dapat memberikan keputusan yang seadil-adilnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menindak praktik politik uang serta keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam Pilkada agar demokrasi di Kabupaten Sarmi semakin bersih dan berkualitas.
Laporan: Irfan









