Tokoh Adat Tabi Desak MRP Evaluasi Kinerja, Soroti Aspirasi OAP

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Ismael Ishak Mebri, Ondofolo HebeyBhulu Yoka, Ketua DEPMATA.

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Ketua Umum Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi Provinsi Papua yang juga Ondofolo Hebeybhulu Yoka, Ismael Ishak Mebri, melontarkan seruan keras kepada Majelis Rakyat Papua (MRP) di enam provinsi di Tanah Papua untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tugas pokok dan fungsi lembaga tersebut.

Menurutnya, MRP sebagai representasi suara Orang Asli Papua (OAP) perlu secara terbuka menjawab capaian kinerja selama ini, termasuk hal-hal yang belum terealisasi sejak para anggota menduduki posisi tersebut.

“MRP harus jujur kepada rakyat. Apa yang sudah dihasilkan dan apa yang belum, itu harus disampaikan secara terbuka kepada Orang Asli Papua,” tegas Mebri, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Ondofolo Anderson Tokoro: Hormati Pemimpin Adat, Jaga Tatanan Budaya Suku Sentani

Ia juga menyinggung kembali tuntutan bersejarah yang disampaikan Tim 100 Papua kepada Presiden RI pada 1999. Menurutnya, perjuangan yang lahir dari doa, air mata, bahkan pengorbanan nyawa itu perlu ditinjau kembali realisasinya dalam kehidupan masyarakat Papua saat ini.

Lebih lanjut, Mebri meminta agar MRP turut mengawal berbagai aspek penting yang menyentuh langsung kehidupan OAP, mulai dari proses politik seperti Pilkada di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, pengisian jabatan kepala daerah dan perangkatnya, hingga posisi strategis di OPD, BUMN, dan BUMD.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat di kampung-kampung seluruh Tanah Papua.

Baca juga: MRP Soroti Sikap Bupati Biak, Pembangunan Batalion 858 Tetap Jalan di Tengah Sengketa Tanah Adat

Sebagai bentuk tindak lanjut, Mebri berharap MRP dapat menggelar pertemuan terbuka di masing-masing provinsi, serta rapat akbar se-Tanah Papua setelah perayaan Paskah.

“Pertemuan ini penting agar MRP memberikan penjelasan langsung kepada seluruh Orang Asli Papua tentang kinerja dan arah kebijakan ke depan,” ujarnya.

Seruan tersebut, lanjut Mebri, merupakan bentuk keprihatinan para tokoh adat di Papua, termasuk ondofolo, ondoafi, kepala suku, dan mananwir, terhadap kondisi dan masa depan masyarakat adat di Tanah Papua.

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *