Sinode 2026 Ditutup, Keuskupan Jayapura Siap Lanjutkan Karya Pastoral

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Keuskupan Jayapura, Uskup Mgr.Yanuarius Theofilus Mantopai You, disela Penutupan Sinode 2026, di Gereja Katedral Jayapura, Minggu (23/8). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Keuskupan Jayapura secara resmi menutup rangkaian kegiatan Sinode Keuskupan Jayapura Tahun 2026 sekaligus membubarkan panitia pelaksana dan menutup Rencana Strategis (Renstra) Keuskupan Jayapura.

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung di Gereja Katedral Jayapura, Minggu (23/8/2026), dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, dalam suasana penuh syukur, kebersamaan, dan refleksi iman.

Penutupan tersebut menjadi momentum penting bagi perjalanan Gereja Katolik di Keuskupan Jayapura setelah seluruh rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Sinode Keuskupan Jayapura 2026 dapat diselesaikan.

Acara diawali dengan doa dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama seluruh proses pelayanan. Para imam, biarawan dan biarawati, panitia, serta umat yang hadir kemudian bersama-sama merefleksikan perjalanan yang telah dilalui.

Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Yanuarius menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat pelayanan.

Baca juga: Terpilih Aklamasi, Simon Bame dan Raimond May Siap Perkuat Kaderisasi Pemuda Katolik

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Sinode tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak serta dukungan umat di seluruh wilayah Keuskupan Jayapura.

Pembubaran panitia, kata dia, bukan berarti berakhirnya semangat pelayanan. Sebaliknya, hal tersebut menjadi tanda bahwa tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan telah diselesaikan dengan baik.

Semangat sinodal yang telah dibangun selama proses Sinode diharapkan tetap hidup dan menjadi kekuatan bagi Gereja dalam melanjutkan karya pastoral di tengah umat dan masyarakat Papua.

Selain penutupan Sinode dan pembubaran panitia, kegiatan tersebut juga menandai berakhirnya rangkaian Rencana Strategis Keuskupan Jayapura.

Renstra menjadi salah satu pijakan penting dalam menentukan arah, prioritas, serta langkah strategis pelayanan Gereja agar semakin mampu menjawab kebutuhan umat dan menghadapi berbagai tantangan zaman.

Melalui penutupan Renstra, seluruh proses yang telah dilaksanakan diharapkan menjadi bahan evaluasi dan refleksi bersama untuk menghadirkan pembaruan dalam kehidupan menggereja.

Gereja Keuskupan Jayapura diharapkan terus bergerak dengan semangat persaudaraan, pelayanan, pembaruan, serta keberpihakan kepada kehidupan, terutama bagi umat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Mgr. Yanuarius juga mengajak seluruh umat agar tidak berhenti pada pelaksanaan Sinode dan Renstra. Hasil serta semangat yang lahir dari kedua proses tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan umat dan masyarakat.

Baca juga: Walikota Abisai Rollo Dukung Kontingen Pesparani II Jayapura Menuju Biak

Suasana penutupan berlangsung penuh khidmat sekaligus sukacita. Umat diajak menatap perjalanan Gereja ke depan dengan penuh harapan dan tetap mengandalkan penyertaan Tuhan dalam setiap karya pelayanan.

Dengan berakhirnya rangkaian Sinode Keuskupan Jayapura 2026 dan Renstra, Keuskupan Jayapura kini memasuki tahap baru untuk melanjutkan karya pastoral dengan semangat berjalan bersama, bersatu, dan melayani.

“Apa yang telah dimulai dalam doa, dilanjutkan dalam pelayanan, dan disempurnakan dalam kasih.”

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk terus membangun Gereja yang hidup, bersatu, melayani, dan hadir sebagai tanda kasih Kristus di Tanah Papua.

Laporan: Sonny Rumainum | Rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *